Kota Yogyakarta
Diskopukmnakertrans Kota Yogya Pastikan Tidak Ada TKM di China
Diskopukmnakertrans Kota Yogyakarta memastikan tidak terdapat warga setempat yang berprofesi sebagai tenaga kerja migran (TKM) di negara tirai bambu
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kota Yogyakarta memastikan tidak terdapat warga setempat yang berprofesi sebagai tenaga kerja migran (TKM) di negara tirai bambu usai merebaknya virus Corona belakangan ini.
Instansi tersebut juga memastikan tidak terdapat pula warga negara Tiongkok yang tengah bekerja atau menempuh pekerjaan di kota gudeg melalui data resmi yang terintegrasi dengan sistem ketenagakerjaan.
"Tapi kami belum bisa memastikan ada atau tidak warga Jogja yang bekerja di sana di luar penyalur tenaga kerja yang terdaftar di dinas kalau yang formal tidak ada," kata Kabid Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Diskopukmnakertrans Kota Yogyakarta Lusiningsih, Selasa (4/2/2020).
• Seorang Asisten Rumah Tangga Asal Indonesia Terinfeksi Virus Corona di Singapura
Dia memandang, kemungkinan ada atau tidaknya warga Yogya yang tengah berada di China di tengah meluasnya kasus virus Corona belum bisa dipastikan secara detail.
Pasalnya, keberadaan warga tersebut tidak terintegrasi dengan data resmi.
Namun berdasarkan data sejak 2008 hingga 2020 ini, tidak terdapat warga Yogya yang ditempatkan untuk bekerja di wilayah China.
"Sebagian besar berada di Malaysia dan juga Hongkong, kalau di China tidak ada," kata dia.
Dia juga memastikan tengah berkoordinasi dengan dinas lain guna melakukan antisipasi penyebaran virus tersebut ke wilayah Jogja.
• Riwayat Perjalanan Seorang Perempuan WNI Positif Virus Corona di Singapura, Tidak Pernah ke China
"Kami selalu melakukan pengendalikan tenaga asing yang bekerja di kota pembeklan kepada perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing juga dilakukan tapi khusus untuk yang sektor formal," jelas dia.
Sementara, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta mengimbau masyarakat agar tidak panik terhadap fenomena virus Corona.
Meskipun mulai meluas, Dinkes menyatakan hingga saat ini belum ditemukan warga yang terdeteksi virus tersebut.
Kepala Seksi Surveillance dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Williamto mengatakan, Yogyakarta juga tidak mempunyai penerbangan langsung ke daerah dimana merebaknya virus Corona.
Namun demikian, antisipasi dan langkah preventif perlu diupayakan.
“Sistem penanganan nCov ini pada prinsipnya sama seperti penanganan SARS dan Mers Cov saat virus tersebut merebak. Jika ada warga yang baru saja melakukan perjalanan dari daerah yang terjangkit, maka harus terus dipantau,” katanya.
Adapun pemantauan akan dilakukan selama 14 hari.
Jika dalam rentang waktu tersebut tidak ada gejala penyakit apapun yang ditunjukkan oleh diduga penderita, maka warga dinyatakan aman dari penyebaran virus tersebut. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-kota-yogya_20180731_185714.jpg)