Nasional

Batik Air Jadi Moda Evakuasi WNI di Wuhan

Pemerintah RI secara resmi menetapkan armada Batik Air sebagai moda angkutan tim evakuasi bagi WNI yang berada di Wuhan akibat merebaknya virus Corona

Batik Air Jadi Moda Evakuasi WNI di Wuhan
istimewa
Edward Sirait, Presiden Direktur Lion Air Group - paling kiri dalam Persiapan Keberangkan Batik Air Misi Kemanusiaan 

TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah RI secara resmi menetapkan armada Batik Air sebagai moda angkutan tim evakuasi bagi para warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Wuhan, Cina akibat merebaknya virus Corona.

Keberangkatan tersebut dijadwalkan pada Sabtu (1/2/2020) siang dan tiba di Tianhe Wuhan pada 19.00 waktu setempat.

Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, angkutan tersebut menempuh rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) tujuan Bandar Udara Internasional Tianhe Wuhan yang terletak di Distrik Huangpi, 26 kilometer utara dari pusat kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat Tiongkok (WUH) pada Sabtu siang.

UPDATE Wabah Corona Terkini, Korban Serangan Virus Tembus Rekor Harian Tertinggi di China

"Layanan operasional penerbangan bernomor ID-8618 adalah misi kemanusiaan bersama pemerintah dalam upaya mendukung program negara," kata Danang dikutip dari keterangan yang diterima Tribunjogja.com.

Dia menjelaskan, pengoperasian pesawat Airbus 330-300CEO tersebut tetap sesuai dengan prosedur keamanan dan keselamatan penerbangan dengan membawa serta 19 kru dan 30 tim medis.

Pelaksanaan penerbangan akan berpedoman kepada prinsip dan juga standar operasional prosedur (SOP) kesehatan dalam memastikan pengamanan awak pesawat, tim medis, tamu atau penumpang dan lainnya.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

Dalam tindakan pencegahan, pihaknya telah memberikan rekomendasi untuk menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman sesuai prosedur yang berlaku.

Selain itu, turut pula disediakan masker dan alat pelindung diri, sarung tangan dan cairan/gel pembersih tangan guna antisipasi penularan pada awak pesawat dan petugas layanan darat.

"Setelah tiba di Indonesia, pesawat juga akan langsung dimasukkan dalam hangar (pusat perawatan pesawat) guna dilakukan pembersihan, sterilisasi dan perawatan. Untuk awak pesawat setelah selesai bertugas akan menjalani proses karantina kesehatan dalam tahapan pengawasan," imbuhnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved