Yogyakarta

Vegetasi Alami Jadi Pilihan untuk Mengurangi Risiko Bencana Alam di Bandara YIA

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta Internasional AirPort (YIA) Kulon Progo beber

Vegetasi Alami Jadi Pilihan untuk Mengurangi Risiko Bencana Alam di Bandara YIA
Dok BNPB
Kepala BNPB saat melaksanakan kunjungan kerja ke Bandara YIA 

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta Internasional AirPort (YIA) Kulon Progo beberapa waktu yang lalu.

Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka memastikan perencanaan mitigasi bencana yang menggunakan vegetasi alami dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat dipastikan bahwa YIA menjadi bandara yang aman terhadap ancaman bencana.

Sebelumnya banyak informasi yang beredar, bahwa Bandara YIA mempunyai risiko terhadap gempabumi, tsunami, dan abrasi.

PT Angkasa Pura 1 Pastikan Bandara YIA Kulonprogo Akan Beroperasi Penuh pada 29 Maret 2020

Berkaitan dengan hal tersebut, kondisi di sekitar bandara saat ini memang belum memiliki vegetasi yang dapat melindungi dari berbagai ancaman tersebut.

Kepala BNPB, Doni Monardo, berujar belajar dari peristiwa tsunami 2004, kawasan wisata Phuket di Thailand dapat terlindungi oleh adanya vegetasi alami yang tumbuh di pinggir pantai.

"Oleh sebab itu, mencontoh apa yang telah menjadi bukti nyata, maka salah satu solusi yang diambil adalah menggunakan vegetasi alami sebagai sabuk pantai untuk mengurangi risiko bencana alam sesuai wilayah dan potensi ancamannya," katanya.

Sambungnya, pengalaman Phuket, Thailand pada saat tsunami 2004 itu ada kawasan vegetasi yang melindungi kawasan wisata di sana, sehingga dapat meminimalisir korban.

Begini Tanggapan Wapres Terkait Pembangunan Bandara YIA

"Dengan demikian penanaman vegetasi di sepanjang area YIA menjadi penting," jelasnya.

Langkah lanjutan dalam program ini ialah membuat perencanaan penanaman vegetasi dengan pembuatan layer berdasarkan jenis tanaman yang dapat hidup di sepanjang pantai di kawasan Bandara YIA.

Adapun tanaman yang dimaksud adalah tanaman pinago untuk layer pertama, kemudian layer kedua tanaman cemara udang, dan layer ketiga tanaman pule.

Perencanaan tersebut saat ini dikoordinir oleh Universitas Gadjah Mada dan akan diselesaikan dalam waktu dua minggu ke depan.

Penampakan Underpass Bandara YIA Kulonprogo

Sedangkan untuk mekanisme perawatan dan pengairan di wilayah pesisir, tim teknis akan membuat sumur bor, pompa dan truck tangki untuk irigasi tanaman.

Sebagai informasi, pada pelaksanaan program mitigasi vegetasi ini, BNPB membuat struktur organisasi yang mengkolaborasikan unsur pentahelix, baik itu sipil, militer, dunia usaha, pemerintah, akademisi termasuk masyarakat.

Struktur tersebut sekaligus menindaklanjuti apa yang sudah tertuang dalam Grand Desain Mitigasi YIA. ( Tribunjogja.com | Andreas Desca Budi Gunawan)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved