Breaking News:

Travel

Menikmati Eloknya Desa Adat Penglipuran Desa Terbersih di Dunia

Bila diminta memilih 10 tempat di dunia yang paling ingin dikunjungi, Desa Adat Penglipuran menjadi salah satunya.

Tribun Jogja/Yudha Kristiawan
Suasana desa adat Penglipuran di Kubu, Bangli Bali. Desa wisata ini dinobatkan sebagai desa wisata terbersih di dunia. 

Salah satu pengunjung siang itu adalah Ando dari Wonosobo.

Ia bersama keluarganya sengaja berkunjung di akhir tahun ke desa wisata Penglipuran karena berbarengan dengan digelarnya festival tahunan di desa ini.

Gurihnya Ingkung Bebek Kremes Ala Bale Bebek Yogyakarta

Bagi Ando, desa wisata ini sangat menginspirasinya. Terutama soal adat istiadat yang dipegang teguh hingga membuat desa ini sangat nyaman dan ramah anak untuk dihuni.

"Rasanya ingin tinggal saja di desa ini. Bersih, rapi, dan eksotis. Kalau belum pernah ke sini wajib ke sini karena benar-benar layak untuk dikunjungi," ungkap Ando.

Setelah puas berfoto ria di beberapa sudut desa dengan latar belakang jalan hingga rumah adat tempat ibadah, ada yang tak boleh dilewatkan, yakni berburu cindera mata di Penglipuran Village Festival.

Di sini beberapa kerajinan tangan khas Bali bisa dibeli, seperti perak, aksesori, gelang, kalung hingga hiasan dinding.

Untuk Mengenang Tempat Suci Leluhur

Suasana desa adat Penglipuran di Kubu, Bangli Bali. Desa wisata ini dinobatkan sebagai desa wisata terbersih di dunia
Suasana desa adat Penglipuran di Kubu, Bangli Bali. Desa wisata ini dinobatkan sebagai desa wisata terbersih di dunia (Tribun Jogja/Yudha Kristiawan)

Desa Adat Penglipuran dihuni kebanyakan warga yang dulu bermigrasi dari Desa Bayung Gede Kintamani karena sebuah alasan.

Nama desa ini konon berasal dari kata Pengeling dan Pura yang bermakna mengenang tempat suci para leluhur.

Bangunan rumah di desa ini memang identik satu dengan yang lain. Masih masing rumah memiliki sebuah pintu gerbang yang disebut angkul angkul. Suasana sejuk terasa di desa ini karena berada di ketinggian 700 mdpl ini.

Halaman
1234
Penulis: Yudha Kristiawan
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved