Rusia Kecam Ancaman AS Akan Bunuh Pengganti Qassem Soleimani

Rusia mengecam ancaman pembunuhan AS terhadap Brigjen Esmaeli Qaani, pengganti Mayjen Qassem Soleimani sebagai Kepala Pasukan Quds

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Mona Kriesdinar
dok.istimewa
Pemakaman pimpinan Pasukan Al Quds Iran, Qassem Soleimani 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOWRusia mengecam ancaman pembunuhan AS terhadap Brigjen Esmaeli Qaani, pengganti Mayjen Qassem Soleimani sebagai Kepala Pasukan Quds Korps Garda Republik Iran.

Ancaman itu menurut Rusia tidak bisa diterima. Kecaman dan sikap resmi Rusia disampaikan juru bicara Kemenlu Rusia, Maria Zakharova, Kamis (23/1/2020) waktu Moskow.

Mayor Jenderal Qassem Soleimani
Mayor Jenderal Qassem Soleimani (Al Jazeera)

“Saya menyatakan, pernyataan-pernyataan itu tidak bisa diterima. Setiap pernyataan mestinya berdasar hukum,” kata Zakharova dikutip Sputniknews.com versi Arab dan dilansir Presstv.com.

Juru bicara Kemenlu Iran, Seyyed Abbas Mousavi juga menyampaikan tanggapan, ancaman Washington itu sebagai pernyataan terang-terangan sikap terorisme negara oleh Amerika.

Intelijen Israel Bantu Pembunuhan Qassem Soleimani. AS Juga Incar Target di Yaman Tapi Gagal 

“Sekarang, setelah rezim Zionis Israel, Amerika adalah rezim kedua yang menggunakan semua sumber dayanya untuk melakukan aksi terorisme negara,” kata Mouzavi.

Suasana pemakaman akbar almarhum Mayjen Qassem Soleimani, mantan Kepala Pasukan Quds Korps Garda Republik Iran di Kota Ahvas dan Mashhad, Iran, Minggu (5/1/2020) siang waktu setempat.
Suasana pemakaman akbar almarhum Mayjen Qassem Soleimani, mantan Kepala Pasukan Quds Korps Garda Republik Iran di Kota Ahvas dan Mashhad, Iran, Minggu (5/1/2020) siang waktu setempat. (Live Sputniknews)

Ancaman pembunuhan dikemukanan Utusan Khusus AS untuk Iran, Brian Hook dalam wawancara dengan koran harian Saudi berbasis di London, Asharq al-Awsat.

Hook mengatakan, pemimpin baru Pasukan Quds akan bernasib sama dengan pendahulunya, Qassem Soleimani.

Bagaimana Qassem Soleimani Terlacak AS? Irak Telusuri Jejak Mata-mata Sejak dari Damaskus

“Jika Ghaani mengikuti langkah pendahulunya, membunuhi orang Amerika, dia akan menghadapi hal sama (seperti Qassem Soleimani),” kata Hook dikutip Sputniknews.com.

Menurut Hook, Presiden Trump telah membuat peringatan sangat jelas, setiap serangan terhadap orang Amerika, akan mendapat balasan setimpal.

Di Balik Pembunuhan Qassem Soleimani Ada Konflik Melibatkan China dan Saudi, Amerika Marah Besar

Pemakaman pimpinan Pasukan Al Quds Iran, Qassem Soleimani
Pemakaman pimpinan Pasukan Al Quds Iran, Qassem Soleimani (dok.istimewa)

Ia menambahkan, sesudah pembunuhan Qassem Soleimani pada 2 Januari 2020, Iran paham mereka tidak bisa menyerang Amerika.

Pernyataan ini kontras dengan fakta, Iran mampu menyerang sasaran pangkalan AS di Irak sangat presisi pada 8 Januari 2020, atau seminggu sxetelah kematian Soleimani.

Pemakaman Qassem Soleimani Dibatalkan, 35 Pelayat Meninggal akibat Berdesak-desakan

Sesudah menerima mandat sebagai penerus Qassem Soleimani, Ghaani membuat pernyataan keras, memperingatkan AS akan menerima konsekuensi berat.

Iran akan sangat bersabar, guna mengenyahkan Amerika dari Timur Tengah.  Ghaani merupakan pendamping Soleimani di Pasukan Quds selama 20 tahun terakhir.

Mereka bahu membahu memperkuat pengaruh Pasukan Quds, yang memang menjalankan tugas politik maupun intelijen militer di luar Iran.

Qassem Soleimani terbunuh di Bandara Baghdad pada 2 Januari 2020, setelah drone AS meluncurkan rudal ke mobil yang ditumpangi Soleimani dan rombongan.

Soleimani baru tiba dari Damaskus menggunakan penerbangan komersial. Turut tewas pada peristiwa itu Deputi Komandan Milisi Syiah Irak, Abdul Mahdi al-Muhandis dan enam pengawalnya.

Serangan pembunuhan Qassem Soleimani ini dilakukan CIA dan Pentagon sesuai perintah Presiden AS Donald Trump.(Tribunjogja.com/xna) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved