Bisnis

BPJS Kesehatan Lega Banyak Rumah Sakit Manfaatkan Dana Talangan

BPJS Kesehatan merasa terbantu karena banyak rumah sakit yang bekerja sama dengan pebankan untuk program supply chain financing (SCF).

BPJS Kesehatan Lega Banyak Rumah Sakit Manfaatkan Dana Talangan
internet
Logo BPJS Kesehatan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - BPJS Kesehatan merasa terbantu karena banyak rumah sakit yang bekerja sama dengan pebankan untuk program supply chain financing (SCF).

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari memaparkan banyak rumah sakit di beberapa daerah di Indonesia yang telah memanfaatkan SCF ini.

Perbankan yang bekerja sama dengan BPJS dan rumah sakit mitra BPJS pun kata Andayani sudah cukup banyak.

"Secara nasional sudah banyak, bank-nya juga banyak, ada Bank Mandiri, BNI, BRI, dan di DIY ada BPD DIY. Sudah banyak yang kerja sama. Rumah sakit yang memanfaatkan banyak," urainya.

Meski Ditolak Komisi IX, Pemerintah Tegaskan Iuran BPJS Kesehatan Kelas 3 Tetap Naik

SCF ini katanya, dapat dimanfaatkan saat BPJS Kesehatan tidak bisa membayar kewajiban klaim kepada rumah sakit mitra kerja tepat waktu.

"Kalau tidak bisa membayar tepat waktu bisa menjadi kendala, rumah sakit tidak bisa melayani dengan optimal," tuturnya belum lama ini.

Selain itu, mulai ini akan ada kenaikan iuran BPJS Kesehatan dan diharapkan dapat mencukupi biaya pelayanan di rumah sakit.

"Tahun 2020 ada kenaikan iuran, ini juga diharapkan nantinya akan mencukupi biaya pelayanan kesehatan setiap bulannya," katanya.

"Karena penganggarannya ada yang terlambat, seandainya BPJS Kesehatan gagal bayar atau terlambat membayar bank bisa memfasilitasi rumah sakit untuk dana talangan tersebut," sambungnya.

Syarat dan Dokumen yang Harus Dipersiapkan untuk Pindah Kelas BPJS Kesehatan

Meski demikian, menurutnya tidak semua rumah sakit membutuhkan SCF ini karena tergantung pada permodalan masing-masing. Jika rumah sakit masih memiliki uang untuk pelayanan maka sah saja untuk tidak memanfaatkan SCF.

"Itu pilihan ada yang mau ada yang tidak, ada yang butuh ada yang tidak. Itu masalah pengelolaan modal. Kalau dia punya uang banyak mungkin nggak perlu, tapi kalau terlambat bayar tetap terima denda. Dia bisa melalui uang yang dimiliki boleh, bisa juga dari dana talangan pihak ketiga ini," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved