Sleman

Selokan Mataram Mengering, Petani Kalasan Duga Ada Sabotase

Forum Petani Kalasan masih terus berupaya mencari jawaban atas mengeringnya Selokan Mataram di wilayah mereka.

Selokan Mataram Mengering, Petani Kalasan Duga Ada Sabotase
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kondisi Selokan Mataram di Tirtomartani, Kalasan yang tampak mengering 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Forum Petani Kalasan masih terus berupaya mencari jawaban atas mengeringnya Selokan Mataram di wilayah mereka.

Unjuk rasa pun sudah dilakukan beberapa waktu lalu di Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Ketua Forum Petani Kalasan, Janu Riyanto menduga ada sabotase yang menyebabkan Selokan Mataram di Kalasan terus mengering.

"Kami menduga ada petani perikanan yang menyabotase aliran Selokan sehingga tak bisa mengairi sawah," jelas Janu, Rabu (22/01/2020) kemarin.

Selokan Mataram Masih Mengering, Petani Kalasan Ingin Ngadu ke Sultan

Menurut Janu, kekeringan di Selokan Mataram meluas mulai dari Kalasan, sejumlah titik di Prambanan, hingga berdampak pada selatan Berbah.

Aduan yang disampaikan pada BBWSO beberapa waktu lalu pun belum memuaskan mereka.

Sebab hingga kini mereka belum mendapat jawaban.

Janu mengatakan pihaknya akan berkoordinasi pula dengan para kelompok tani, termasuk merencanakan aksi turun ke jalan dalam waktu dekat.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

"Kami berupaya untuk mencari jalan dan solusi terbaik yang bisa diambil," katanya.

Kabid Operasional dan Pemeliharaan BBWSO Sahril melalui telepon mengatakan aduan petani jadi wewenang Pemerintah Kabupaten Sleman, dalam hal ini Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3).

Menurutnya, DP3 telah menyanggupi untuk mewadahi mediasi antara peternak ikan dan petani di wilayah Kalasan tersebut.

"DP3 Sleman yang akan mengkoordinasikan kedua belah pihak agar tercapai solusi," jelas Sahril, Kamis (23/01/2020). (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved