Jawa

Pemkab Klaten Akan Vaksin 10.000 Ekor Sapi Cegah Masuknya Antraks

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya Anthraks yang telah teridentifikasi di Gunungkidul.

Pemkab Klaten Akan Vaksin 10.000 Ekor Sapi Cegah Masuknya Antraks
weeklytimesnow.com.au
ilustrasi Anthrax 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya Anthraks yang telah teridentifikasi di Gunungkidul.

Dua wilayah yang berbatasan langsung, yakni Kecamatan Cawas dan Bayat akan menjadi perhatian.

Kabid Peternakan, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Sri Muryani Dwi Atmini mengatakan pencegahan awal yang akan dilakukan adalah vaksinasi di dua kecamatan tersebut.

Total anggaran yang dialokasikan sudah disesuaikan kebutuhan atau sekitar Rp 20-35 juta.

Bupati Klaten Berikan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Kalikotes

Muryani menjelaskan, pengadaan vaksin tersebut disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah tersebut.

"Berdasarkan pendataan, total populasi sapi di dua kecamatan itu mencapai 10 ribu ekor. Target akhir bulan ini vaksinasi sudah mulai," ujarnya, Rabu (22/1/2020).

Lebih lanjut disampaikan, program vaksinasi sebetulnya dilakukan rutin setiap tahun di beberapa wilayah perbatasan.

Namun pada tahun ini, vaksinasi difokuskan di Kecamatan Bayat dan Cawas, setelah adanya penetapan status kejadian luar biasa (KLB) Antraks di Gunungkidul.

Selain itu, pihaknya juga mengumpulkan dokter hewan untuk mengantisipasi penyakit Anthraks di wilayah Klaten.

Apabila ditemukan adanya gejala penyakit Antraks pada ternak, maka peternak wajib melaporkan ke petugas peternakan di masing- masing kecamatan.

Isu Antraks, Penjualan Daging Sapi dan Kambing di Pasar Argosari Gunungkidul Turun Drastis

"Nantinya petugas kami yang melakukan penanganan untuk memastikan apakah terjangkit Anthrax atau tidak dengan uji lab. Laporan juga harus cepat karena penyakit ini bisa menular ke manusia," katanya.

Lebih lanjut, penanganan hewan mati akibat Antraks juga berbeda.

Jika ada sapi yang mati mendadak dengan kondisi seluruh bagian lubang mengeluarkan darah berwarna merah kehitam-hitaman, maka bisa dipastikan Antraks, sehingga bangkai sapi harus dimusnahkan dengam cara dibakar dalam lubang dan diberi gamping.

"Kita juga bersyukur karena di wilayah Klaten sejak 2007 hingga saat ini tidak pernah ada kasus Antraks. Untuk itu upaya pencegahan ini harus cepat dan tepat," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Victor Mahrizal
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved