Breaking News:

Internasional

Pembahasan Humanisme Barat dan Humanisme Islam dalam Centris Democracy Internasional

Menurutnya, CDI ini adalah gabungan partai politik di dunia. Ia menekankan bahwa negara tidak bisa mengatasi masalah besar tanpa campur tangan politik

TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
PEMBUKAAN CDI EXECUTIVE COMITTE MEETING. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (kiri), Mantan Presiden Negara Colombia sekaligus Presiden Central Democratic International (CDI) Andres Pastrana (kedua kiri), Perdana Menteri Hungaria HE Victor Orban (kedua kanan) dan PBNU KH Yahya Cholil Staquf PBNU (kanan) memberikan keterangan pers kepada para awak media saat Pembukaan Central Democratic International (CDI) Executive Comitte Meeting di Hyat Regency Hotel Yogyakarta, Kamis (2020/01/23). Pertemuan yang menjadi wadah pimpinan partai politik, tokoh agama, akademisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai budaya dan agama di Eropa dan Asia itu diselenggarakan mulai 22 hingga 25 Januari 2020 di Hyaat Hotel Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Para pemimpin partai politik (parpol) internasional, tokoh agama, akademisi, berkumpul dalam Forum Eurasia Centris Democracy Internasional (CDI) di hotel Hyatt Regency, 23-24 Januari 2020.

PKB menjadi tuan rumah acara tersebut dengan mengadakan pertemuan komite eksekutif pada hari pertamanya.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Muhaimin Iskandar, memaparkan salah satu tema yang dibahas dalam panel diskusi ini mengenai Humanisme barat dan Humanisme Islam.

"Partai diseluruh dunia yang berkumpul hari ini, juga akan membahas mengenai aliansi abad 21, humanisme barat, Demokrasi Kristen dan Humanisme islam," ujarnya.

GKR Hemas : Kehadiran Calon Independen Tanda Demokrasi Berjalan di Pilkada 2020

Sementara itu, Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf memaparkan bahwa CDI mempunyai basis di eropa dan Amerika Latin dengan tradisi Kristen yang kuat.

Sementara di Indonesia, kita juga mepunyai tradisi Islam yang kuat dan dimanifestasikan ke dalam budaya dan peradaban.

"Kita tahu di Indonesia punya tradisi Islam yang humanis, tidak diskriminasi dan yang kita lihat di Eropa dengan tradisi Kristen-nya. Kita pertumikan untuk membangun aliansi dengan harapan kita bisa menolong seluruh peradaban umat manusia agar tidak jatuh ke dalam bencana karena transisi yang tidak menentu," ungkapnya.

Dari Indonesia, ada PKB yang diundang oleh tokoh CDI. Menurutnya, CDI mendapati bahwa PKB bisa membawakan visi misi dari NU, salah satunya tentang kemanusiaan.

Ia menyebut ada potensi besar dalam kegiatan ini, karena CDI mendukung kepentingan anggotanya termasuk isu domestiknya.

"kita berharap dengan keterlibatan ini bisa memfasilitasi banyak hal yg menjadi kepentingan Indonesia untuk bisa mendapatkan akomodasi, apresiasi di panggung politik internasional," ungkapnya.

Humanisme TNI: Membangun Takhta di Hati Rakyat

Halaman
12
Penulis: Santo Ari
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved