Yogyakarta

Jelang Imlek, Umat Klenteng Poncowinatan Ikuti Upacara Sembahyang Bersama

Ratusan umat Klenteng Tjen Ling Kiong atau Klenteng Poncowinatan mengikuti upacara sembahyang bersama pada Kamis (23/1/2020).

Jelang Imlek, Umat Klenteng Poncowinatan Ikuti Upacara Sembahyang Bersama
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
Ratusan umat Klenteng Tjen Ling Kiong atau Klenteng Poncowinatan mengikuti upacara sembahyang bersama pada Kamis (23/1/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan umat Klenteng Tjen Ling Kiong atau Klenteng Poncowinatan mengikuti upacara sembahyang bersama pada Kamis (23/1/2020).

Upacara sembahyang bersama ini dilaksanakan dua hari menjelang perayaan tahun baru Imlek.

Ulama Khonghucu, Ws Adjie Chandra mengatakan pada hari ini, Umat Klenteng Poncowinatan bersama-sama memanjatkan doa menyambut tahun baru dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan lebih sejahtera.

Setelah mengikuti upacara sembahyang bersama, Umat Klenteng Poncowinatan menggelar tumpeng bersama yang dilanjutkan dengan ramah tamah.

Jelang Imlek, Permintaan Ikan Dewa Melonjak Drastis, Harganya Tembus Rp 1 Juta Perkilo

"Tumpeng kan tradisi Jawa, ada suatu makna kalau manusia akrab dengan sesama bisa mengumpulkan rejeki setinggi gunung. Makan tumpeng bersama dengan tumpeng yang dipotong melambangkan keakraban. Jadi ini kolaborasi budaya Tionghoa dan budaya Jawa," ujarnya.

Satu minggu sebelum perayaan Imlek, yakni pada tanggal 24 bulan 12 Imlek, digunakan oleh umat Khonghucu untuk membersihkan rumah dan mempersiapan Imlek.

"Bagi umat Khonghucu, tanggal itu disebut sebagai hari persaudaraan, di mana ada hari untuk berzakat. Orang Khonghucu yang mampu akan menyisikian sebagian miliknya untuk membagikan sembako seminggu sebelum Imlek," katanya.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

Satu hari menjelang Imlek, yakni besok sore, Umat Khonghucu wajib untuk sembahyang di rumah masing-masing.

"Mereka akan menyiapkan altar di atasnya akan ditaruh sesaji, foto leluhur dipasang untuk mengenang dan menghormati leluhur yang tiada," tuturnya.

Ws Adjie Chandra mengatakan, Imlek sebaiknya dimaknai dengan introspeksi diri dengan apa yang telah dilakukan dan berjanji untuk apa yang akan dilakukan.

"Pesannya, merayakan Imlek jangan lupa untuk menjaga persatuan dan kesatuan. Kita tinggal di Indonesia, negara multikultur multietnis," ujar dia. ( TRIBUNJOGJA.COM )

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved