Yogyakarta

Pekan Doa Sedunia Ajak Masyakarat Yogyakarta Perkuat Rasa Persaudaraan

PDS yang merupakan kegiatan tahunan itu, pada kesempatan ini mengangkat tema Kebaikan Hati yang Luar Biasa.

Pekan Doa Sedunia Ajak Masyakarat Yogyakarta Perkuat Rasa Persaudaraan
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon Pinsker
Umat Kristiani merayakan peringatan pekan doa sedunia (PDS) pada Rabu (22/1/2020) di Gereja Kristen Jawa Gondokusuman, Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Kerjasama Gereja-Gereja Kristen (BKSGK) bersama dengan Kevikepan DIY menyelenggarakan Pekan Doa Sedunia (PDS) 2020 pada Rabu (22/1/2020) di Gereja Kristen Jawa Gondokusuman.

PDS yang merupakan kegiatan tahunan itu, pada kesempatan ini mengangkat tema Kebaikan Hati yang Luar Biasa.

Tidak hanya di Yogyakarta, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Semarang, Solo, dan Magelang dalam rentang waktu 18-25 Januari 2020.

Perayaan ibadat yang dimulai sejak sore hari tersebut cukup padat dihadiri oleh sejumlah umat kristiani.

PDS Hadirkan 27 Pemimpin Agama Kristen dan Katolik

Ketua Umum BKSGK, Pendeta Agus Haryanto mengatakan, pada kesempatan itu umat Kristiani diharapkan tidak hanya bersama-sama dalam menyampaikan doa, namun juga ikut menunjukkan kepedulian terhadap pergumulan hidup serta persoalan kebangsaan.

Dia menyatakan, perlu tindakan dan langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan dan juga tantangan dewasa ini semisal persoalan disintegrasi, kejahatan jalanan serta bagaimana para umat ikut serta dalam menegaskan identitas keistimewaan DIY.

"Marilah kita berkontribusi secara nyata lewat tindakan sehari-hari agar tercipta kebaikan hati dan juga ketulusan sikap dalam hidup berbangsa dan bermasyarakat," ucap Pendeta Agus.

Romo Andreanus Pr, dari Kevikepan Yogyakarta mengatakan, perbedaan umat dan juga masyarakat mestinya menjadi dasar untuk mempererat persaudaraan dalam lingkungan sehari-hari.

Iman yang menjadi patokan hendaknya kita menyatukan dan juga menjauhkan masyarakat dari rasa benci dan permusuhan.

"Iman juga mempersatukan kita di tempat ini tanpa adanya pandangan berbeda antara satu dengan yang lain," imbuhnya.

Ibadah Pekan Doa Sedunia Membawa Isu Intoleransi Hingga Kelaparan

Kondisi gereja yang menjadi semacam peneguh di tengah masyarakat diharapkan pula dapat menjadi pijakan untuk membangun persaudaraan sejati di tengah masyarakat saat ini.

"Bukan hanya antar gereja namun juga kepada berbagai macam golongan masyarakat lain hendaknya dibangun dengan rasa cinta dan persahabatan," ungkapnya.

Sementara, Ketua Komisi HAK Keuskupan Agung Semarang, Romo Eduardus Didik Cahyono menjelaskan, kegiatan PDS juga merupakan implementasi dari perwujudan dan keinginan seluruh umat untuk bersama-sama meneguhkan kebersamaan serta persatuan.

Dia mengatakan, hendaknya kebersamaan dalam pekan doa juga membawa misi silaturahmi serta memperkuat rasa cinta kepada sesama.

"Kita ingin masyarakat Yogyakarta selalu guyub dan berdaya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kemauan untuk saling berbagi dan saling memahami ada ditengah-tengah masyarakat," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved