Sleman

Kebutuhan Susu di Sleman Capai 19,8 Juta Liter Per Tahun, Peternak Miliki Peluang Besar

Dengan jumlah penduduk Sleman sebanyak 1,2 juta orang, maka kebutuhan susu sapi segar di wilayah ini mencapai 19,8 juta liter per tahunnya.

Kebutuhan Susu di Sleman Capai 19,8 Juta Liter Per Tahun, Peternak Miliki Peluang Besar
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DP3, Sleman Harjanto. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DP3 Sleman, Harjanto mengatakan peternak sapi perah memiliki peluang besar di pasar susu segar.

Hal itu didasarkan pada kebutuhan susu sapi segar per kapita tiap tahunnya yang tergolong tinggi.

"Menurut data BPS di 2017, konsumsi susu Indonesia mencapai 16,5 liter per kapita per tahunnya," jelas Harjanto di Sambisari, Kalasan pada Selasa (21/01/2020).

Mutu Susu Rendah Jadi Tantangan Para Peternak Susu Sapi

Harjanto mengatakan dengan jumlah penduduk Sleman sebanyak 1,2 juta orang, maka kebutuhan susu sapi segar di wilayah ini mencapai 19,8 juta liter per tahunnya.

Namun jika dibandingkan angka riil produksi peternak saat ini, Sleman baru mampu menghasilkan susu sapi sebanyak 3,8 juta liter per tahun berdasarkan data 2019.

"Artinya masih kekurangan sebanyak 16 juta liter susu segar untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga Sleman," ujar Harjanto.

Menurutnya, potensi ini harus bisa dilihat dengan jeli oleh para peternak dan pengusaha susu sapi di Sleman.

5 Tahap Mudah Tutorial Skincare Morning Routine, Jaga Kulit Wajah Agar Sehat Sedari Pagi

Sebab nantinya bisa berdampak positif pada peningkatan pendapatan mereka.

Apalagi Harjanto menyebut saat ini sedang menjamur bisnis kopi susu lokal, yang tentunya memerlukan ketersediaan susu sapi segar untuk operasionalnya tersebut.

Ia pun mendorong agar para peternak meningkatkan kualitas pakan hingga bibit sapi perahnya.

Sebab kualitas keduanya berpengaruh pada harga susu sapi di pasaran.

"Semakin baik kualitas pakan dan bibit sapi perahnya, maka permintaan bisa meningkat dan harga ecerannya akan ikut terkerek naik," kata Harjanto. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved