Jawa

Wakil Walikota Magelang Dukung Pelestarian Makam Ki Tambang Yudho

Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, mendukung upaya pelestarian makam salah satu tokoh ataupun sesepuh asal Kota Magelang, Ki Tambang Yudho.

Wakil Walikota Magelang Dukung Pelestarian Makam Ki Tambang Yudho
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, menancapkan nisan di atas makam sesepuh, Ki Tambang Yudho, di Kampung Nambangan RT VI/RW XX, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Jumat (17/1) lalu. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina, mendukung upaya pelestarian makam salah satu tokoh ataupun sesepuh asal Kota Magelang, Ki Tambang Yudho.

Makam yang diduga berusia ratusan tahun tersebut baru ditemukan Jum’at (10/1/2020) lalu oleh Pimpinan Padepokan Makukuhan, H Chabib Sudarmadji.

"Saya sendiri sudah mendengar kisah Ki Tambang Yudho, secara turun temuru, tetapi belum ditemukan makamnya. Haji Chabib Sudarmadji menemukan makam tersebut seiring penemuan keris pusaka luk tiga Kebo Tengen," kata Wakil Walikota Magelang, Windarti Agustina.

Saat Umat Tri Dharma di Magelang Gelar Ritual Jelang Tahun Baru Imlek di TTID Liong Hok Bio

Windarti menuturkan, pihaknya memperhatikan peninggalan budaya dan religi di Kota Magelang.

Penemuan makam Ki Tambang Yudho di Nambangan ini diharapkan dapat menambah khazanah wisata religi yang dapat dikembangkan di Kota Magelang.

Ia mengatakan, Kota Magelang memiliki kekayaan budaya dan religi yang kuat.

Pemerintah kota pun akan mendukung upaya pelestarian makam di Kampung Nambangan RT VI/RW XX, Kelurahan Rejowinangun Utara, Kecamatan Magelang Tengah tersebut.

“Warga berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan makam Ki Tambang Yudho. Makan ini menjadi bagian sejarah yang tidak bisa dipisahkan dari Kota Magelang,” tuturnya.

Kekurangan Dana, Pemkab Magelang Siap Bantu Dana untuk Pembangunan Masjid Baitussalam

Pemimpin Padepokan Mangkukuhan, H Chabib Sudarmadji, mengaku dirinya menemukan makam ini melalui pusaka keris Kebo Tengen, milik Ki Tambang Yudho.

“Keris berada di kedalaman satu meter,” ucapnya.

Ketua Komunitas Kota Toea Magelang, Bagus Priyana mengatakan, secara historis, makam Ki Tambang Yudho ini belum ditemukan sumber resminya.

Meski begitu, keberadaan tokoh tersebut menjadi folklore dan cerita turun temurun warga setempat.

"Ini bagus, menambah kuat religi Kota Magelang. Makam atau petilasan ini hampir sama seperti awal penemuan Kyai Sepanjang, Eyang Ismaya Jati dan lainnya. Sekarang, menjadi wisata religi bagi masyarakat,” katanya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved