Jawa

Pokok Pikiran Dewan Disusun, Masukan Masyarakat dari Infrastruktur sampai Masalah Sampah

Ada sebanyak 525 pokok pikiran, berisi masukan, ide, maupun gagasan dari masyarakat terkait program dan kegiatan tahun 2021 mendatang.

Pokok Pikiran Dewan Disusun, Masukan Masyarakat dari Infrastruktur sampai Masalah Sampah
IST
Pokok pikiran (Pokir) untuk program kegiatan tahun 2021 tengah disusun oleh anggota dewan di DPRD Kota Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pokok pikiran (Pokir) untuk program kegiatan tahun 2021 tengah disusun oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Magelang.

Ada sebanyak 525 pokok pikiran, berisi masukan, ide, maupun gagasan dari masyarakat terkait program dan kegiatan tahun 2021 mendatang.

"Pokok-pokok pikiran yang tersusun selaras dengan RPJMD dan visi misi serta tema pembangunan tahun 2021. Pokir bertema kompetitif bersama mitra. Saat ini baru draft dan Jumat (24/1) nanti akan kita paripurnakan di internal. Berikutnya kita kirimkan ke eksekutif melalui Bappeda,” kata Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno, Senin (20/1/2020).

Wakil Walikota Magelang Dukung Pelestarian Makam Ki Tambang Yudho

Draft pokok pikiran telah disepakati di Badan Anggaran (Banggar). Banggar telah merangkum masukan atau aspirasi semua anggota dewan.

Masukan atau aspirasi ini didapatkan melalui reses-reses tahun 2019 lalu, kunjungan ke lapangan dan menerima langsung dari masyarakat.

“Pokir ini menjadi panduan dan masukan dalam membuat RKPD (rencana kerja perangkat daerah) di pemerintah. Kami harapkan serapan pokok pikiran ini dapat lebih baik dari sebelumnya," kata Udi.

Ketua Komisi C DPRD Kota Magelang, Evin Septa Haryanto Kamil, mengatakan, pihaknya menerima masukan dan aspirasi dari masyarakat.

Masukan tidak hanya masalah infrastruktur tetapi juga peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kalangan DPRD Kota Magelang Dorong Regulasi Untuk Lindungi THL

"Potensi-potensi ekonomi agar lebih diangkat dan dibina lagi. Kami harapkan pelaku usaha UMKM yang sudah memiliki produk, dapat didampingi hingga memiliki hak atas kekayaan intelektual (HAKI),” tuturnya.

Dikatakan Evin, pengelolaan sampah juga menjadi salah satu masukan. Pemerintah diharapkan dapat memperhatikan masalah pengelolaan sampah. Bank-bank sampah yang sudah ada dibina dan ditingkatkan.

“Persoalan pengelolaan sampah ini jadi persoalan bersama, sehingga perlu kesadaran bersama. Kita sudah punya bank sampah, tetapi perlu dibina dengan baik, sehingga masalah sampah dapat tertangani,” katanya.

Evin menuturkan, pokok pikiran dari DPRD ini dapat diserap lebih banyak lagi, tetapi belum tentu semua aspirasi dapat direalisasikan oleh eksekutif.

Daya serap pokir selama ini sudah baik, sejalan dengan program yang dijalankan pemerintah.

“Meski begitu, kami ingin lebih bagus lagi ke depan, sehingga apa yang dibutuhkan di masyarakat dapat terpenuhi,” tuturnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved