Kadar Merkuri di Tubuh Tinggi, Ashanty Fokus Ibadah dan Berserah Diri

Ashanty dinyatakan memiliki kandungan merkuri yang hampir menyentuh batas atas

Kadar Merkuri di Tubuh Tinggi, Ashanty Fokus Ibadah dan Berserah Diri
Kompas.com/Melvina Tionardus
Kadar Merkuri di Tubuh Tinggi, Ashanty Fokus Ibadah dan Berserah Diri 

Kadar Merkuri di Tubuh Tinggi, Ashanty Fokus Ibadah dan Berserah Diri

TRIBUNJOGJA.COM - Penyanyi Ashanty beberapa waktu lalu divonis terkena penyakit autoimun. Akibatnya, istri Anang Hermansyah ini harus dirawat beberapa kali.

Namun demikian Ashanty mengaku kondisi kesehatannya kini berangsur membaik.

Ashanty yang sebelumnya didiagnosis mengidap autoimun enggan membahas mengenai penyakitnya kembali.

Kadar Merkuri di Tubuh Tinggi, Ashanty Fokus Ibadah dan Berserah Diri
Kadar Merkuri di Tubuh Tinggi, Ashanty Fokus Ibadah dan Berserah Diri (Kompas.com/Melvina Tionardus)

"Sehat. Duh jangan bahas sakit-sakit melulu. Enggak boleh dibahas," kata Ashanty saat konferensi pers pembukaan gerai makanannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020).

Menurut Ashanty, biasanya penyakit bersumber dari pikiran dan makanan. "Semua itu ada di dalam pikiran. Kemarin agak rada stres karena dapat vitamin banyak banget dari dokter, kan, aku tuh dapat hasil darah jelek karena makanan," ucap Ashanty.

Ashanty dinyatakan memiliki kandungan merkuri yang hampir menyentuh batas atas. " Merkuri aku tinggi, dari satu sampai sepuluh, aku 9,8 jadi kurang bagus untuk tubuh kita. Jadi aku sekarang hati-hati makan ikan. Jadi bukan ikannya yang enggak sehat, jangan salah persepsi loh ini," tutur Ashanty.

Instagram @ashanty_ash, Ashanty mengunggah foto setelah keluar dari rumah sakit tangan kanannya terlihat membengkak
Instagram @ashanty_ash, Ashanty mengunggah foto setelah keluar dari rumah sakit tangan kanannya terlihat membengkak (Instagram @ashanty_ash)

Ia membeberkan tipsnya sebagai seorang yang sering makan makanan laut.

"Jadi hati-hati makan ikan dan kerang. Aku berpikir makan ikan sehat, kan, jadi makan ikan. Nah jadi ikan laut sekarang tidak bagus," ucap Ashanty.

Perempuan berdarah Jawa dan Arab ini berpendapat makanan laut sekarang jadi berbahaya karena faktor kebersihan laut Indonesia.

Halaman
12
Editor: Rina Eviana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved