Cuaca Panas di Jogja : BMKG Perkiraan Potensi Hujan Akan Kembali Muncul di Yogyakarta

BMKG memperkirakan bahwa potensi hujan di wilayah Yogyakarta akan muncul dalam dua sampai tiga hari ke depan

Cuaca Panas di Jogja : BMKG Perkiraan Potensi Hujan Akan Kembali Muncul di Yogyakarta
dailyexcelsior.com
ilustrasi hujan lebat 

Berbeda dengan daerah lainnya yang diguyur hujan, wilayah Yogyakarta mengalami 'musim kemarau'. Suhu udara panas terasa dalam beberapa hari terakhir. Tapi jangan khawatir, BMKG memperkirakan bahwa potensi hujan di wilayah Yogyakarta akan muncul dalam dua sampai tiga hari ke depan.

ilustrasi cuaca panas
ilustrasi cuaca panas (ist)

Sejumlah wilayah telah atau berpotensi mengalami hujan lebat hingga sepekan ke depan.

Beberapa wilayah, seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Jawa Barat, Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur, bahkan diminta untuk mewaspadai dampak hujan lebat berupa bencana banjir dan longsor.

Akan tetapi, Yogyakarta malah mengalami cuaca cerah dan panas seperti kemarau.

Apa yang sedang terjadi?

Dijelaskan oleh Stasiun Klimatologi BMKG Mlati Yogyakarta dalam akun Instagram @staklim_yogya, hal ini disebabkan oleh pola angin di Jawa yang beraian atau menyebar (divergen).

BMKG : Cuaca Panas di Yogyakarta Bukan Pertanda Musim Kemarau Datang Lebih Cepat

Pola angin ini mengakibatkan potensi pembentukan awan di Yogyakarta sangat kecil dan tanpa adanya awan, radiasi yang diterima Yogyakarta menjadi lebih besar dan suhu udara terasa lebih panas.

Dihubungi oleh Kompas.com, Minggu (19/1/2020), Reni Kraningtyas selaku Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Mlati, Yogyakarta menjelaskan bahwa pola angin yang menyebar ini terjadi karena adanya pengurangan masa udara yang disebabkan oleh adanya arus udara horizontal dari suatu daerah.

Angin divergen ini memang bisa muncul saat musim hujan sehingga bisa dianggap normal atau wajar.

"(Dalam kasus ini) daerah tersebut berada di perairan sebelah selatan Jawa, di mana sekarang ini terlihat adanya daerah tekanan tinggi (hight pressure). Hight pressure ini yang menyebabkan angin divergen bertiup di sekitar DIY sehingga cuaca cenderung cerah," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Tribun Jogja
Editor: Mona Kriesdinar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved