Breaking News:

Berita Eksklusif

Ini Tipe Rumah Yang Paling Dicari di DIY, Masih Mudah Pakai KPR

Untuk memiliki rumah di Kota Yogyakarta dan Sleman, konsumen harus merogoh kocek dalam-dalam.

Editor: ribut raharjo
tribunjogja/agungismiyanto
Ilustrasi perumahan. 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk memiliki rumah di Kota Yogyakarta dan Sleman, konsumen harus merogoh kocek dalam-dalam.

Di sebagian Bantul dan Kulon Progo, seiring dengan keberadaan Bandara Yogyakarta Internatioal Airport, harga rumah pun ikut melambung.

Maka, mereka yang ingin memiliki tempat tinggal dengan mengandalkan kredit kepemilikan rumah (KPR), harus pintar memilih.

Seperti Marya Woro Abyoga, seorang guru satu sekolah menengah kejuruan di Yogyakarta ini. Dia berencana membeli rumah di sekitaran Giwangan atau Jalan Imogiri Timur dalam waktu lima tahun ke depan.

Mengajukan KPR menjadi pilihan terbaik baginya.

“Rencananya beli di range harga 500 juta (rupiah) dengan luas (tanah) kurang lebih 100 meter persegi. Pasti KPR, karena harga rumah di Yogya udah enggak masuk akal,” ucap wanita 27 tahun ini kepada Tribun Jogja, kemarin.
Dia sudah melakukan survei mengenai syarat-syarat mengajukan KPR. Menurut Yoga, untuk membeli rumah jadi, syarat KPR tidak terlalu rumit. Namun berbeda jika untuk membangun rumah sendiri, menurut dia syaratnya lebih berbelit.

“Sebenarnya bisa dua opsi (membangun sendiri atau beli rumah jadi). Idealnya pengin bangun sendiri tapi kalau kepepetnya enggak bisa, ya, beli jadi,” ucapnya.

Konsumen lainnya, Shinta Sari, punya alasan mengapa memilih jalur KPR demi bisa memiliki rumah hunian. Salah satu alasannya, adalah sistem pembiayaan yang dibantu oleh bank.

Terlebih, bunga KPR nilainya cenderung lebih rendah dari bunga-bunga pembiayaan kredit lainnya sehingga masih bisa dipenuhi.

“Kita bisa punya aset yang harganya terus naik di umur kita yang masih produktif dengan adanya fasilitas KPR. Bisa dibayangkan mau berapa tahun kumpulin uang kalau kita bayar cash. Sedangkan dengan KPR kita hanya siapkan DP sekitar 15% saja, sisanya dicicil selama 120 bulan, tentu lebih ringan,” kata Shinta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved