Kota Magelang

Diguyur Hujan Deras, Longsor Terjadi di Sejumlah Titik di Kota Magelang

Longsor terjadi di sejumlah titik di wilayah Kota Magelang, setelah hujan turun dengan deras beberapa hari terakhir ini.

Diguyur Hujan Deras, Longsor Terjadi di Sejumlah Titik di Kota Magelang
Dok Humas Kota Magelang
Warga dan petugas DPUPR sedang gotong royong menangani lokasi longsor di Kramat Selatan, Kamis (16/1/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Longsor terjadi di sejumlah titik di wilayah Kota Magelang, setelah hujan turun dengan deras beberapa hari terakhir ini.

Selain longsor, luapan air dari Sungai Manggis sempat merendam jalan dan masuk ke wilayah perkampungan.

Ada lima titik yang terjadi bencana yakni di wilayah Kecamatan Magelang Utara meliputi Kelurahan Kedungsari dan Potrobangsan.

Di wilayah Kedungsari, genangan air sempat merendam jalan dan masuk perkampungan warga di RW 6, 7, 8, 5.

Luapan tak berlangsung lama dan arus air sungai normal kembali. Sementara itu di RT06/RW02 Kedungsari, jalan menuju rumah khusus (rusus) ambrol.

Jalan ini sebelumnya sudah retak sehingga mudah longsor setelah hujan deras.

Di Kelurahan Potrobangsan, hujan juga menyebabkan debit air Kali Bening meningkat.

APIP Kota Magelang Capai Level 3

Gedung Baru 8 Lantai RSUD Tidar Magelang Mulai Beroperasi, Miliki Ruang Kelas III Serasa Kelas VIP

Luapan air meluber hingga masuk ke rumah warga. Tebing talud longsor di samping rumah warga di RT08/RW04 longsor.

Material longsor selebar sekitar 6 meter itu sempat menutup jalan kampung setempat.

Di Kelurahan Kramat Selatan, tebing longsor dengan lebar 4 meter dan kedalaman 5 meter. Akses jalan dari perempatan Sanden ke Utara sempat ditutup karena jembatan sedikit ambles akibat kejadian itu.

Walikota Magelang Sigit Widyonindito, mengatakan, Pemerintah Kota Magelang telah berkoordinasi dengan pihak berwenang atas kejadian tersebut. Luapan air sungai diduga karena endapan sedimen yang menumpuk.

Segenap jajaran petugas telah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan, baik dari warga TNI, Polri dan relawan.

"Sedimennya harus dilihat, jangan sampai numpuk. Kalau numpuk tidak dibersihkan debit air akan naik," ujar Sigit, Jumat (17/1/2020). (Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan)


Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved