Politisi Gerindra Desak Ada Inventarisasi Kewenangan Penanganan Tanggul di Wilayah Kota

Politisi Gerindra Desak Ada Inventarisasi Kewenangan Penanganan Tanggul di Wilayah Kota

Politisi Gerindra Desak Ada Inventarisasi Kewenangan Penanganan Tanggul di Wilayah Kota
Tribun Jogja/Andreas Desca
Kondisi talud di Kali Winongo yang ambrol hingga Sabtu (4/1/2020) siang masih belum diperbaiki. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta belum memiliki sistem inventarisasi talut yang jelas hingga saat ini.

Hal itu berdampak pada terkatung-katungnya sejumlah talut yang dikabarkan rawan longsor karena belum jelas kewenangannya berada di pihak Pemkot atau instansi lain.

Ketua Komisi C DPRD Kota Yogya, Ririk Banowati mengatakan, belum adanya sistem inventarisasi talut diketahui setelah pihaknya mengadakan audiensi ke Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) beberapa waktu silam.

Sehingga, pihaknya bingung sewaktu terdapat talut yang ambrol maupun rawan karena kewenangan yang masih simpang siur.

Seperti talut ambrol yang terjadi di wilayah Serangan beberapa waktu lalu.

Pemkot kemudian hanya menanggulangi talut itu secara sementara dengan menutupinya dengan karung berisi pasir dan terpal untuk mengantisipasi longsor semakin meluas.

"Karena itu ada yang bukan kewenangan dari Pemkot. Kalau dibangun malah nanti jadi masalah," kata Ririk Kamis (16/1/2020).

Talut Ambrol di Serangan Ditangani Sementara

Maka itu, pihaknya ke depan akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memetakan talut yang masuk ke ranah Pemkot maupun bukan.

Politisi Gerindra ini juga menyatakan bahwa, diperlukan inventarisasi talut yang jelas dalam waktu dekat sehingga tindakan yang tepat bisa dilakukan pada talut yang rawan longsor.

"Jadi ke depan yang lebih penting inventaris aset jadi tahu mana yang kewenangan Pemkot dan mana punya balai besar," ujar Ririk.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mencatat setidaknya terdapat 17 titik talut sungai di kota Yogyakarta akan berpotensi longsor jika terjadi hujan lebat.

Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Hari Wahyudi menjelaskan, lokasi Talut yang rawan longsor itu cukup tersebar di empat sungai besar serta beberapa sungai kecil.

"Kalau sungai besar seperti Code, Winongo, dan Gajah Wong. Sungai kecilnya misal di Manunggal dan Buntung," jelasnya pada Kamis (16/1/2020). (Tribunjogja/Yosef Leon Pinsker)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved