Planet Bola Mata Ini Miliki Sisi Ekstrem, Sangat Panas dan Sangat Dingin

Pernahkah Anda mengetahui tentang Planet Bola Mata atau Eyeball Planet? Ya, eksoplanet ini penampakannya mirip dengan bola mata manusia.

Planet Bola Mata Ini Miliki Sisi Ekstrem, Sangat Panas dan Sangat Dingin
IST/NASA-JPL Caltech
Ilustrasi Planet Bola Mata yang satu sisinya selalu mengalami malam abadi, sedang sisi lain selalu siang abadi. 

TRIBUNJOGJA.COM - Anda mungkin pernah mendengar tentang mini Neptunus atau Bumi Super. Namun, pernahkah Anda mengetahui tentang Planet Bola Mata atau Eyeball Planet?

Ya, menurut para ilmuwan, ada sejenis eksoplanet yang penampakannya mirip dengan bola mata manusia.

Meski begitu, pada kenyataannya, planet ini tidak seaneh namanya. Penampilan planet Bola Mata ada hubungannya dengan penguncian pasang surut.

PBB Rilis Rencana Penyelamatan Bumi untuk Cegah Kepunahan Keenam

Penguncian pasang surut terjadi ketika benda yang mengorbit, berputar pada tingkatan yang sama dengan objek yang diorbitnya.

Artinya, ia selalu memiliki satu sisi yang menghadap benda langit lainnya. Sebagai contoh, satu sisi Bulan selalu menghadap planet Bumi.

Bumi sendiri tidak 'terkunci' ke Matahari. Itulah sebabnya kita memiliki siklus siang dan malam.

Namun, ada planet luar tata surya yang terkunci ke bintang-bintang mereka, termasuk planet Bola Mata.

Itu berarti satu sisinya selalu mengalami siang hari, dan yang lainnya memiliki malam abadi.

Dua sisi panas kering dan sisi lain penuh es yang dingin di Planet Bola Mata.
Dua sisi panas kering dan sisi lain penuh es yang dingin di Planet Bola Mata. (IST/Beau.The Consortium)

Kondisi di kedua sisi tersebut juga berbeda, tergantung seberapa dekat planet dengan bintang.

Satu bagiannya bisa sangat kering dan semua air terbakar oleh radiasi bintang. Namun, di sisi lain, penuh kegelapan dan dipenuhi dengan es.

Astronom Sean Raymond pun mengatakan hal serupa. Menurutnya, Planet Bola Mata sangat panas, tapi juga memiliki wilayah sedingin es.

"Sisi Planet Bola Mata yang panas dan dingin merupakan kasus ekstrem. Namun, planet mana pun yang terkunci pasang surut dengan bintang memang memiliki dua sisi siang dan malam yang berbeda," papar Raymond.

"Perbedaan tersebut mungkin berasal dari awan yang terkumpul di area tertentu, mulai dari pencairan es preferensial di sisi siang hari atau pembekuan es di sisi malam," tambahnya.

Raymond juga mengatakan bahwa ada kemungkinan galaksi ini dipenuhi dengan beragam varietas planet Bola Mata. (NGI/ScienceAlert/Gita Lara W)

Editor: iwanoganapriansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved