Kota Yogya

Teror Alat Vital yang Resahkan Mahasiswa di Kota Yogya Akhirnya Terungkap, Ini Alasannya Pelaku

Teror Alat Vital yang Resahkan Mahasiswa di Kota Yogya Akhirnya Terungkap, Ini Alasannya Pelaku

Teror Alat Vital yang Resahkan Mahasiswa di Kota Yogya Akhirnya Terungkap, Ini Alasannya Pelaku
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetyo (tengah) memberikan keterangan pada media terkait kasus asusila di Mapolsek Umbulharjo, Rabu (15/01/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaku teror alat vital yang meresahkan kalangan mahasiswa di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta akhirnya ditangkap oleh warga di kawasan Glagahsari pada Selasa (14/1/2020) siang.

Pelaku diketahui berinisial SWA(28).

Dari pengakuan pelaku, aksi pamer alat vital ke kalangan mahasiswi ini sudah dilakukan tiga kali.

Kapolsek Umbulharjo, Kompol Alaal Prasetyo mengatakan pihaknya mendapat laporan dari korban, Senin (13/01/2020).

Saat itu korban dalam perjalanan menuju menuju kos teman, setelah melaksanakan ujian akhir semester (UAS).

Sesampainya di Gang Nangka, Jalan Glagahsari, Umbulharjo, pelaku berpura-pura tanya alamat kost kepada korban. Saat mengarahkan jalan, pelaku tiba-tiba membuka resleting dan mengeluarkan kemaluannya.

"Pelaku sebenarnya diamankan oleh warga, kemudian diserahkan pada kami. Tetapi pelaku tidak dihajar warga, hanya ditanya-tanyai saja,"katanya saat jumpa pers di Mapolsek Umbulharjo, Rabu (15/01/2020).

Polres Bantul Gandeng Kodim Untuk Cegah Klitih

Baru Hirup Udara Bebas, Residivis Ini Kembali Dicokok Polisi Setelah Satroni Kos-kosan di Demangan

Dari hasil pemeriksaan, polisi menemukan fakta bahwa pelaku sudah tiga kali melakukan hal tersebut. Selain di Universitas Teknologi Yogyakarta, pelaku juga pernah melakukan hal tersebut di sekitar Universitas Ahmad Dahlan dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa.

Menurut keterangan, pelaku mendapat kepuasan setelah mengeluarkan alat vitalnya.

Untuk itu, selain memeriksa beberapa saksi, pihaknya juga akan mendatangkan psikolog untuk ikut melakukan pemeriksaan.

"Nanti kita akan undang psikolog juga, apakah ini kelainan atau yang lainnya. Karena pelaku hanya mengincar mahasiswa. Sebelumnya sekitar November 2019, pelaku menyasar universitas, nah baru-baru ini menyasar kos-kosan,"ungkapnya.

"Nah makanya kita harus cari tahu juga, kelainan atau bagaimana. Karena dari keterangan keluarga, pelaku tidak melakukan hal seperti itu (mengeluarkan kemaluan). Dia juga hanya menyasar mahasiswa, di sana ada ibu-ibu, tapi biasa saja,"sambungnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 281 tentang melanggar kesusilaan di depan umum, dengan ancaman kurungan 2 tahun 8 bulan penjara. (Tribunjoja/Christi Mahatma Wardhani)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved