Proses Ganti Untung Belum Kelar, Pemda DIY Tak Berani Memulai Proyek Rekonstruksi Jokteng Lor Wetan

Proses Ganti Untung Belum Kelar, Pemda DIY Tak Berani Memulai Proyek Rekonstruksi Jokteng Lor Wetan

Proses Ganti Untung Belum Kelar, Pemda DIY Tak Berani Memulai Proyek Rekonstruksi Jokteng Lor Wetan
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Proyek rekonstruksi Pojok Beteng (Jokteng) Lor Wetan Yogyakarta akan segera dimulai.

Sejauh ini, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY tengah merampungkan upaya pembebasan lahan dengan sistem ganti untung, pada warga setempat.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho berujar, proses ekskavasi dimulai bulan Januari, atau Februari mendatang.

Namun, hal tersebut tergantung berapa lama proses pembebasan lahan yang sampai sekarang belum terselesaikan sepenuhnya.

 "Ada sekitar 23 KK, tetapi masih ada satu yang belum. Rencananya bulan ini (proyek dimulai), jadi kami tetap harus menunggu penyelesaiannya," katanya.

Menurutnya, proses pembebasan lahan ini merupakan kewenangan penuh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY. 

Warga Terdampak Jokteng Lor Wetan Huni Rumah Hingga 31 Desember

Berkas Administrasi Masih Kurang, 3 Warga Belum Terima Ganti Rugi Proyek Restorasi Jokteng Lor Wetan

Sehingga, ia kini hanya bisa menunggu, sembari berharap upaya tersebut bisa segera terselesaikan, agar proses penggalian secepatnya dimulai.

 "Bisa selesai kapan belum tahu, karena kewenangan bukan di kami. Kalau itu belum selesai, ya kami belum berani juga (memulai ekskavasi)," terangnya.

Walau begitu, ia berujar, secara keseluruhan, proyek ini mendapta respon baik dari masyarakat, tidak terkecuali warga-warga yang terdampak. Fakta tersebut, dapat dilihat dari lancarnya proses ganti untung terhadap bangunan di atas tanah magersari dan SHM itu.

 "Alhamdulillah, semua bisa menerima, karena itu kan merupakan bagian dari rencana revitalisasi Jokteng Lor Wetan. Semua bisa menerima," ucapnya.

"Bahkan sudah ada warga terdampak yang pergi sejak Desember kemarin. Memang ada yang belum terbayar, karena masih ada proses yang harus diselesaikan ya. Tapi, secepatnya bisa dibayar," imbuh Aris. (Tribunjogja/Azka Ramadhan)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved