Politisi Muda PDIP Eko Suwanto Bersyukur Gaji 1.366 Personel GTT PTT & 1.199 GTY/PTY DIY Naik

Pergub itupun mengatur berbagai hak bagi guru honorer. Antara lain hak cuti, jaminan kecelakaan kerja dan kematian, jaminan kesehatan, gaji.

Politisi Muda PDIP Eko Suwanto Bersyukur Gaji 1.366 Personel GTT PTT & 1.199 GTY/PTY DIY Naik
Istimewa
Eko Suwanto 

YOGYA, TRIBUN  - Pergub No 74/2019 tentang Pengelolaan telah diterbitkan Pemda DIY.

Komisi A DPRD DIY memberikan apresiasi kepada Gubernur DIY dan akan tetap menjaga komitmen untuk terus mengupayakan peningkatan kesejahteraan GTT (Guru Tidak Tetap) dan PTT (Pegawai Tidak Tetap).

"Sesuai Pergub 74/2019 saat ini semua gaji GTT/PTT di lingkungan Pemda DIY sudah di atas UMP (Upah Minimum Provinsi). Alhamdulillah mulai Januari 2020 ini 1.366 personel GTT PTT Pemda DIY dan 1.199 GTY/PTY akan menerima kenaikan kesejahteraan", ujar Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto, saat menerima audiensi guru honorer, di Gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro, Jogjakarta, Rabu 15 Januari 2020

Pergub itupun mengatur berbagai hak bagi guru honorer. Antara lain hak cuti, jaminan kecelakaan kerja dan kematian, jaminan kesehatan, gaji.

"Berdasarkan Pergub No 74/2019 dan Perda APBD 2020, gaji tenaga bantu naik dengan perincian lulusan setingkat SD/SMP sesuai dengan besaran UMP yakni Rp 1.705.000 per orang per bulan. Setingkat SMA/D1 sebesar Rp 2.022.200. Untuk D2/D3 sebesar Rp 2.301.800. Setingkat S1/D4 sebesar Rp 2.579.400. Untuk dokter sebesar Rp 2.688.500", ujar politisi muda PDI Perjuangan Eko Suwanto.

Eko Suwanto yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menambahkan untuk tahun anggaran 2020, besaran untuk GTY/PTY sebesar Rp 500.000 per orang per bulan.

"DPRD DIY juga akan terus mendesak yayasan yang bertanggungjawab terhadap masing-masing sekolah untuk melakukan standarisasi insentif bagi guru-guru mereka. Masih ada insentif guru swasta yang kurang layak dan itu perlu dipikirkan. Yayasan harus memberikan kesejahteraan bagus GTY/PTY," jelas Eko dalam rilisnya, Rabu (15/1/2020).

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto dan PHSNI DIY
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto dan PHSNI DIY (Istimewa)

Kepada para guru yang tergabung dalam PHSNI (Persatuan Honorer Sekolah Negeri Indonesia), itu Eko juga berkomitmen akan memperhatikan masukan maupun usulan yang disampaikan.

"Semua itu akan kami jadikan pekerjaan rumah dan akan kami perjuangkan sesuai peraturan perundang undangan," katanya kemudian.

Pada kesempatan itu, PHSNI DIY mengajukan beberapa aspirasi kepada Komisi A DPRD DIY.

Antara lain keadilan penggajian antara tenaga bantu yang sudah mengabdi di atas 15 - 25 tahun dengan tenaga bantu yang baru. Juga, jaminan masa purna bagi GTT/PTT yang sudah purna tugas. (rls)

Editor: ribut raharjo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved