Pendidikan

Dosen FIB UGM Meneliti Hibriditas Bahasa Jawa dan Perancis di Kaledonia Baru

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa dari rumpun Austronesia menjadi bahasa ibu bagi etnis Jawa yang tinggal di Pulau Jawa bagian tengah dan timur.

Dosen FIB UGM Meneliti Hibriditas Bahasa Jawa dan Perancis di Kaledonia Baru
IST
Dosen Sastra Perancis FIB UGM, Subiyantoro 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa dari rumpun Austronesia menjadi bahasa ibu bagi etnis Jawa yang tinggal di Pulau Jawa bagian tengah dan timur.

Migrasi orang Jawa ke luar wilayah Jawa memunculkan daerah kantong bahasa Jawa di Indonesia dan luar Indonesia, termasuk Kaledonia Baru.

Di wilayah ini, Bahasa Jawa memiliki ciri khas yang membuat varian ini berbeda dengan varian bahasa jawa yang lain.

Gelar Ritual di Godean, Totok CS Berdalih Syuting Film Kolosal

Dosen Sastra Perancis FIB UGM, Subiyantoro mengatakan pertemuan antaretnis dan antarbudaya antara orang jawa dengan berbagai etnis di Kaledonia Baru, khsusunya etnis Perancis membuahkan bentuk baru yang disebut dengan hibriditas.

Dalam disertasinya berjudul Hibriditas Bahasa Jawa-Perancis Kaledonia Baru, ia mengatakan, nama bahasa Jawa Kaledonia Baru telah menunjukkan adanya fenomena hibriditas, yakni bahasa jawa yang didalamnya terdapat satuan lingual bahasa Perancis.

"Pergeseran fonem akibat pengaruh bahasa Perancis, pemakaian kosa kata bahasa Perancis yang telah melebur menjadi bagian integral dari leksikon bahasa Jawa Kaledonia Baru turut mengikis kompetensi penuturnya," ujarnya Rabu (15/1/2020).

Lanjutnya, ada beberapa fenomena kultural dan kebahasaan yang menarik selama keberadaan varian bahasa Jawa di Kaledonia Baru.

Kepala Dinsos Usulkan Bahasa Jawa Jadi Salah Satu Materi Ujian CPNS dan Kenaikan Pangkat

Salah satunya adalah di awal keberadaannya terjadi fenomena homogenisasi dialek yang diakibatkan oleh hegemonisasi bahasa Jawa dialek Yogyakarta-Surakarta.

Berikutnya, proses Jawanisasi yaitu proses menjadi Jawa secara kultural dan linguistis dari yang sebelumnya non-Jawa.

“Selain itu terdapat fenomena Perancisisasi yakni penanaman nilai-nilai Perancis lewat imposisi bahasa Perancis,” terangnya.

Halaman
12
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved