Sleman

Tahun Ini, Pemkab Sleman Targetkan Tera Ulang Alat Timbang di 16 Pasar Tradisional

Tahun Ini, Pemkab Sleman Targetkan Tera Ulang Alat Timbang di 16 Pasar Tradisional

Tahun Ini, Pemkab Sleman Targetkan Tera Ulang Alat Timbang di 16 Pasar Tradisional
tribunjogja/padhangpranoto
Petugas dari Balai Metrologi Wilayah Surakarta sedang melakukan tera ulang pada sebuah timbangan milik warga, di halaman Kecamatan Kebonarum, Senin (11/1/2016). 

TRIBUNJOGJA.COM - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman menargetkan bisa melakukan layanan tera ulang alat ukur, takar, timbang dan perlengkapannya di 16 pasar tradisional selama 2020 ini.

Kepala Disperindag, Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan pelaksanaan tera ulang sudah dilakukan setiap tahun.

Pada 2019 silam, dinas melalui UPTD Pelayanan Metrologi Legal sudah melakukan pelayanan tera dan tera ulang sebanyak 1069 UTTP di pasar dan sebanyak 43 di SPBU.

Sementara untuk tahun 2020 ini, ditargetkan bisa melaksanakan tera ulang di 16 pasar tradisional.

Rusmi mengungkapkan, layanan tera ulang ini merupakan langkah dari dinas untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, khususnya dalam hal akurasi takaran atau timbangan barang.

Untuk mendukung hal itu, Direktorat Metrologi menyerahkan peralatan Cap Tanda Tera kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman.

Kemudian peralatan tersebut serahkan ke Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelayanan Metrologi Legal Kabupaten Sleman agar dimanfaatkan untuk program tera ulang di wilayah Sleman.

Pengakuan Pelaku Klitih di Bantul, Iseng Berujung Kematian Seorang Pelajar

Rektor UNY Sutrisno Wibowo : Tingkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Program Profesi Guru

Penyerahan cap tanda tera dilaksanakan pada Selasa (14/1/2020) siang.

Rusmi menjelaskan bahwa sebagian masyarakat masih belum memperhatikan akan pentingnya cap tanda tera pada alat UTTP dalam melakukan transaksi.

Padahal menurutnya, cap tanda tera yang dilakukan oleh UPTD Pelayanan Metrologi sangat penting untuk memberikan kepercayaan bagi konsumen untuk mendapatkan hasil ukur atau timbang yang akurat pada alat UTTP.

"Kami terus lakukan sosialisasi bagi pengguna seperti SPBU, elpiji dan sebagainya termasuk pengguna alat UTTP di pasar," ujarnya.

Selain pengguna, pihaknya juga melakukan sosialisasi ke konsumen. Menurutnya konsumen dapat menuntut kepada pedagang untuk menggunakan timbangan yang sah atau legal dengan tanda tera.(Tribunjogja/Santo Ari)

Penulis: Santo Ari
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved