Nasional

Keterangan TNI Terkait Kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo

Menurut keterangan dari Letkol Inf Muchlis Gasim, Dandim 0708/Purworejo, Selasa (14/1/2020) apa yang dilakukan oleh Keraton Agung Sejagat yakni deklar

Keterangan TNI Terkait Kemunculan Keraton Agung Sejagat di Purworejo
IST
Letkol Inf Muchlis Gasim, Dandim 0708/Purworejo 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Warga di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo beberapa waktu terakhir merasa kurang nyaman.

Pasalnya mereka merasa kurang nyaman dengan munculnya Keraton Agung Sejagat (KAS) di sekitar tempat tinggalnya.

Menurut keterangan dari Letkol Inf Muchlis Gasim, Dandim 0708/Purworejo, Selasa (14/1/2020) apa yang dilakukan oleh Keraton Agung Sejagat yakni deklarasi beberapa waktu yang lalu, sangat tidak sesuai dengan Izin yang diajukan.

Raja Keraton Agung Sejagat Pernah Bikin Heboh, Janjikan Uang Dolar hingga Ramal Perang Dunia 2020

"Mereka awalnya mengajukan izin untuk melaksanakan kegiatan gelar budaya, nguri-uri budaya. Kita sudah pantau itu dan monitor setiap kegiatan yang berlangsung," katanya.

Pihaknya pun secara aktif juga telah berkoordinasi dengan Polri dan Pemkab Purworejo pada pelaksanaan kegiatan.

"Sampai saat sebelum dilakukan deklarasi, sebenarnya kegiatannya masih sesuai dengan laporannya yakni nguri-uri budaya," katanya.

Lanjutnya, tiba-tiba pada tanggal 12 kemarin, mereka melakukan deklarasi.

Viral Deklarasi Keraton Agung Sejagat, Ini Tanggapan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

"Mereka menyampaikan bahwa, mereka adalah Keraton Agung Sejagat, Keraton atau kekaisaran dunia, yang katanya posisinya lebih tinggi daripada siapapun di Dunia," paparnya.

Lebih lanjut, dalam deklarasi tersebut mereka mengklaim bahwa mereka memliki posisi yang lebih kuat dibandingkan bangsa-bangsa di Eropa dan Amerika, bahkan Indonesia juga.

Pengikut Sinuhun Totok Santoso di Kerajaan Agung Sejagat Banyak dari Yogyakarta

Atas deklarasi yang dilakukan tersebut, lanjutnya, pihaknya sudah melakukan tindakan dengan menyampaikan ke aparat setempat.

"Jadi lurah dan camat setempat lalu membuat surat kepada Bupati dengan tembusan Dandim, tembusan Kapolres dan dinas terkait yakni Kesbangpol untuk kita segera bisa mengambil tindakan lebih lanjut," jelasnya.

Rencananya hari ini akan digelar rapat untuk membahas Keraton Agung Sejagat.

"Jadi ada dari Pemda, Forkompinda dan perangkat yang berhubungan dengan Keraton Agung Sejagat juga akan diundang hadir. Namun untuk waktunya masih belum ditentukan," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved