Gunungkidul

Jika Prediksi Meleset, KPU Gunungkidul Harus Lakukan Revisi Anggaran

Anggaran terbatas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul siap untuk melakukan revisi jika nanti calon bupati yang berkompetisi pada Pilkada

Jika Prediksi Meleset, KPU Gunungkidul Harus Lakukan Revisi Anggaran
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Anggaran terbatas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul siap untuk melakukan revisi jika nanti calon bupati yang berkompetisi pada Pilkada 2020 melebihi dari prediksi awal KPU.

Pengikut Sinuhun Totok Santoso di Kerajaan Agung Sejagat Banyak dari Yogyakarta

Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani menjelaskan awalnya prediksi KPU calon bupati dan calon wakil bupati yang akan maju Pilkada serentak 2020 adalah sebanyak 5 pasangan, 4 maju melalui jalur partai politik sedangkan satu pasangan maju melalui jalur independen.

"Saat ini ada 3 pasangan yang berminat maju melalui jalur independen dan dari ketiganya telah mengirim utusan yaitu operator ke KPU Gunungkidul untuk meminta username Sistem Informasi Pencalonan Pemilu (Silon)," Ujarnya, Selasa (14/1/2019).

Ipar Presiden Jokowi Ramaikan Bursa Bacalon Bupati Gunungkidul

Jika calon dari jalur independen benar-benar memenuhi syarat dan maju sebagai calon bupati pada Pilkada 2020 maka KPU akan membutuhkan perencanaan anggaran tambahan.

"Nanti kita tunggu dari tanggal 19 sampai 23 Februari itu jadi menyerahkan syarat-syarat atau tidak, karena setelah menyerahkan syarat-syarat masih ditindaklanjuti dengan verifikasi dan pencocokan data di lapangan," katanya.

Setelah itu lanjut Hani, jika ketiga pasangan tersebut lolos dan berhak maju Pilkada 2020 maka pihaknya akan melakukan pencermatan ulang anggaran yang dibutuhkan.

"Nanti akan ada revisi anggaran tetapi kami masih menunggu apakah pasangan bakal calon dari jalur independen ini benar-benar akan maju pada PIlkada 2020," ucapnya.

Hani mengungkapkan berdasarkan urutan yang menyerahkan mandat operator tiga bakal calon bupati dari jalur independen adalah Suroto dan Y. Sri Rahayu, Anton Supriyadi ST & Suparno SH, MH, serta Drs. Budi Oetomo Prasetyo M.Pd & Sri Mulyani.

Rektor UNY Sutrisna Wibawa Berikan Bantuan ke Warga Korban Tanah Ambles dan Longsor di Gunungkidul

Sebelumnya, anggota DPRD Gunungkidul Anton Supriyadi mengungkapkan bahwa dirinya sekarang tidak melakukan kunjungan kerja dan akan fokus untuk mengumpulkan dukungan.

"Saya sudah tidak ikut kunjungan kerja (kunker), saat para relawan sibuk mengumpulkan KTP masa saya malah kunker, jangan sampai teman relawan sibuk saya malah tidak ikut serta," katanya.

Dirinya menyampaikan langkahnya maju sebagai calon bupati pada Pilkada 2020 bukanlah karena kecewa namun menurutnya pencalonan dirinya sudah melalui pertimbangan.

"Biarkan partai mencalonkan sendiri saya independen, bukan karena saya kecewa nanti dampaknya ke partai," katanya.

Tanah Ambles Ancam 21 KK di Panggang, Gunungkidul

Saat disinggung mengenai status dirinya yang masih menjadi kader partai Nasdem, dirinya tidak mau menanggapi dan hanya menanggapi dengan santai.

"Perjalanan hidup seseorang bisa berubah kapan saja, ini sama seperti dulu saya memilih pensiun dini dari dinas Pekerjaan Umum (PU) provinsi untuk menjadi wakil rakyat," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved