Kriminalitas

EFS Ditangkap Polisi Karena Bawa Celurit ke Pasar Serangan

Pemuda berinisal EFS (25) diamankan karena membawa sebilah celurit dengan panjang sekitar 30 cm yang digores-gorekan di aspal.

EFS Ditangkap Polisi Karena Bawa Celurit ke Pasar Serangan
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Kapolsek Wirobrajan, Kompol Endang Sriwidiyanti (tengah) menunjukkan barang bukti berupa clurit dengan panjang 30 cm didampingi oleh Kasubaghumas Polresta Yogyakarta, Iptu Sartono (kiri) saat jumpa pers di Polsek Wirobrajan, Selasa (14/01/2020)tr 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polsek Wirobrajan mengamankan seorang pemuda yang membuat keributan di depan Pasar Serangan, Wirobrajan.

Pemuda berinisal EFS (25) diamankan karena membawa sebilah celurit dengan panjang sekitar 30 cm yang digores-gorekan di aspal.

Kapolsek Wirobrajan, Kompol Endang Sriwidiyanti mengatakan sebelum membuat keributan, pelaku sempat mengalami sebuah kecelakaan di depan Pasar Serangan.

Saat mengendarai sepeda motor, pelaku ditabrak dari belakang, yang mengakibatkan motor pelaku menabrak motor di depannya.

Tawuran Berdarah di Sukabumi, Seorang Pelajar Tewas Dibacok Celurit

"Kejadian sekitar pukul 08.30,Jumat (20/12/2019) lalu. Jadi pelaku kecelakaan, sama yang nabrak sudah berdamai. Tetapi dia sedikit tidak diterima saat dilerai. Pelaku juga dalam kondisi di bawah pengaruh minuman keras. Jadi saat dilerai dengan nada tinggi tidak terima," katanya sat jumpa pers di Mapolsek Wirobrajan, Selasa (14/01/2020).

"Setelah itu, pelaku pulang dan mengambil celurit ini. Niatnya mau mencari orang yang melerai tadi. Celurit digores-gorekan ke aspal sampai bunyi," sambungnya.

Akibat perbuatan EFS pengunjung Pasar Serangan menjadi takut.

Pengunjung pasar pun akhirnya melaporkan kejadian tersebut pada petugas piket Polsek Wirobrajan.

Menanggapi laporan tersebut, petugas langsung menuju ke Pasar Serangan dan berhasil mengamankan pelaku.

"Setelah mendapat laporan, petugas langsung datang ke lokasi. Sehingga pelaku tidak sempat melakukan penganiayaan. Beruntung juga yang pelaku cari tidak ketemu," jelasnya.

Acungkan Celurit ke Arah Warga, Nasib Dua Pemuda Ini Berakhir di Penjara

Karena tanpa hak membawa senjata tajam di tempat umum, pelaku kemudian diamankan di Polsek Wirobrajan. Warga Pringgokusuman, Gedongtengen tersebut disangkakan Pasal 2 Ayat 1 UU Darurat Tahun 1951 dan UU RI Nomor 8 Tahun 1940, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun.

"Pemeriksaan lanjutan sudah selesai. Kami amankan karena membawa senjata tajam dan perbuatannya yang mengancam. Berkas ini selanjutnya kami serahkan ke Kejaksaan Negeri Yogyakarta,"bebernya.

Barang bukti yang disita polisi antara lain Celurit besi sepanjang 30 cm dan juga sepeda motor yang dikendai pelaku.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved