Breaking News:

Sleman

Cegah Pelanggaran, Warga Diminta Ikut Mengawasi Kinerja KPU Sleman

Ketua KPU Kabupaten Sleman Trapsi Haryadi mengatakan pihaknya akan memperkuat pakta integritas anggota untuk mencegah suap atau korupsi.

Tribun Jopgja/Alexander Ermando
Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman Trapsi Haryadi mengatakan pihaknya akan memperkuat pakta integritas anggota untuk mencegah suap atau korupsi.

Tindakan ini diambil sebagai respon atas terjaringnya Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan dalam OTT KPK beberapa waktu lalu.

"Kami prihatin atas kejadian tersebut dan akan mengingatkan kembali ke seluruh staf tentang pakta integritas KPU," kata Trapsi di kantornya, Senin (14/01/2020).

Trapsi juga mengatakan KPU Sleman akan berupaya meminimalisir terjadinya pelanggaran serupa. Sebab Bawaslu turut digandeng untuk mengawasi proses penyelenggaraan pemilu.

Masyarakat pun diminta ikut mengawasi kinerja KPU Sleman. Caranya dengan terus memantau proses kerja KPU hingga tiap tahapan pemilihan, terutama pada Pilkada 2020 nanti.

Tinjau Persiapan Pilkada Sleman, Anggota DPD RI GKR Hemas Soroti Data Calon Pemilih

"Kami sampaikan pekerjaan kami bisa diakses secara terbuka dan transparan. Itu sudah terbukti lewat penghitungan suara pada Pemilu 2019 lalu," jelas Trapsi.

Sementara Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan mengatakan akan memperkuat pengawasan secara internal. Artinya jajaran anggota diminta untuk saling mengingatkan.

Ia pun menyatakan tidak segan-segan untuk menangani pelanggaran yang dilakukan jajaran KPU. Termasuk hingga tidak boleh lagi ikut dalam proses pemilu.

"Tidak ada toleransi, kalau ada pelanggaran akan langsung kami tangani," tegas Hamdan.(Tribunjogja/Alexander Ermando)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved