Gunungkidul

Cabuli Delapan Siswa, Pembina Pramuka di Gedangsari Gunungkidul Akhirnya Ditetapkan Jadi Tersangka

Cabuli Delapan Siswa, Pembina Pramuka di Gedangsari Gunungkidul Akhirnya Ditetapkan Jadi Tersangka

Cabuli Delapan Siswa, Pembina Pramuka di Gedangsari Gunungkidul Akhirnya Ditetapkan Jadi Tersangka
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi pencabulan terhadap bocah 

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Pembina Pramuka di salah satu SMP Negeri di wilayah Gedangsari, ED akhirnya resmi ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pencabulan siswinya.

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul, AKP Anak Agung Putra Dwipayana menuturkan ada 8 orang yang melaporkan ED ke pihak Kepolisian.

Kasus ini terungkap ketika para orangtua murid melakukan mediasi dengan pelaku yang bertempat di sekolah pada Kamis (9/1/2020) lalu.

Namun mediasi tersebut gagal sehingga pihak sekolah memilih untuk meminta bantuan dari pihak kepolisian untuk ikut mengamankan ED agar tidak menjadi korban amukan massa.

Setelah itu ED langsung dibawa ke Polsek Gedangsari hingga kasusnya dilimpahkan ke Polres Gunungkidul.

"Perbuatan pelaku ini dilakukan dari rentan waktu Desember 2019 hingga Januari 2020 dengan total korban sebanyak 8 orang siswi SMP N Gedangsari," ujarnya, Selasa (14/1/2019).

Pembina Pramuka di Gedangsari Cabuli 7 Siswa, Dibujuk Lalu Diciumi Saat Kemah

Korban Pencabulan di Kapanewon Samigaluh Akan Terus Diberikan Pendampingan

Ia menjelaskan modus yang dilakukan pelaku yaitu dengan memanggil siswinya satu persatu untuk masuk ke ruang guru lalu pelaku mencium pipi dan bibir korban.

Lanjutnya pelaku melancarkan perbuatannya di dua tempat yaitu di ruang guru dan saat kegiatan kemah berlangsung.

"Pengakuan awal bentuk kasih sayang dari kakak ke adik namun, setelah diselidiki ternyata memang untuk memuaskan nafsu biologis," katanya.

Anak Agung mengungkapkan pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan pelaku.

"Pelaku dijerat Pasal 81 dan 82 UURI No 35 Tahun 2014 perubahan atas UURI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimalnya 5 tahun, paling lama 15 tahun," katanya.(Tribunjogja/Wisangseto Pengaribowo)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved