Kadishub Klaten Meninggal

Kadishub Klaten Meninggal saat Downhill di Sleman, Begini Kronologinya

Joko Wiyono sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten, Joko Wiyono meninggal setelah terjatuh saat bersepeda downhill di Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan Sleman, Sabtu (11/1/2020).

Joko Wiyono sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Kapolsek Cangkringan AKP Samiyono saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

Korban bersama enam orang lainnya datang dari Klaten untuk berolahraga sepeda downhill.

Kadishub Klaten Meninggal saat Downhill, Begini Duka Mendalam Bupati Sri Mulyani

Saat itu korban sempat melakukan downhill tiga kali putaran di track yang sama.

Korban bersama teman-temannya sempat istirahat untuk makan-makan pada pulul 10.30.

Satu jam kemudian mereka kembali melanjutkan untuk putaran ke empat.

"Yang ke empat, dia ingin sendiri, tiga orang temannya sudah ada yang turun duluan. Ia di urutan nomor empat. Di tengah perjalanan, ia terjatuh," jelas AKP Samiyono, Minggu (12/1/2020).

Temannya yang bernama Arief Wahyu Wibowo, yang start setelah korban, mendapati Joko Wiyono sudah dalam keadaan tertelungkup.

"Saat itu korban tak sadarkan diri, masih bernafas tapi mulut dan hidungnya keluar darah. Teman korban lantas meminta bantuan warga sekitar dan membawanya ke rumah sakit," imbuhnya.

Korban sampai dirumah sakit Panti Nugroho Pakem sekitar 12.10 WIB mendapat penanganan oleh tim dokter.

Namun tetap tak tertolong dan dinyatakan meninggal pada pukul 12.12 WIB.

Kamu Wajib Coba! Tiga Tips Super Gampang Membuat Lipstick Tahan Lama

"Dugaan sementara karena kelelahan. Karena beliau melakukan putaran empat kali di track sepanjang tiga kilometer. Ketika kami cek TKP, juga bersih tak ada tanda-tanda ia tersandung atau menyenggol sesuatu," paparnya.

Kapolsek juga menyatakan bahwa kawasan itu memang sering digunakan pecinta olahraga downhill untuk berolahraga.

Menurutnya lokasi tersebut sudah ada jalurnya dan meski ada obstacle, namun masih dinilai aman.

Dalam kesempatan itu Kapolsek juga mengimbau agar masyarakat yang ingin berolahraga ekstrem untuk selalu berhati-hati.

Selain itu juga harus mengetahui kondisi tubuhnya, bila perlu cek kesehatan terlebih dahulu.

"Dan jangan terlalu memforsir, kenali medan termasuk cek peralatan. Selain kondisi tubuh, kondisi peralatan juga harus dalam keadaan baik," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved