Bisnis

Lion Air Group Telah Melayani 17.317 Penerbangan pada Masa Nataru

Lion Air Group sudah menyediakan 17.317 penerbangan atau 2.599.304 kursi selama masa angkutan udara periode akhir 2019.

Lion Air Group Telah Melayani 17.317 Penerbangan pada Masa Nataru
istimewa
Lion Air Boeing 737-900ER 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Lion Air, Wings Air, Batik Air member of Lion Air Group sudah menyediakan 17.317 penerbangan atau 2.599.304 kursi selama masa angkutan udara periode akhir 2019 atau Natal dan tahun baru atau awal 2020.

Periode layanan sebagai musim puncak atau peak season untuk arus mudik dan arus balik serta tren perjalanan liburan dimulai 23 Desember 2019 dan berakhir pada 5 Januari 2020, yang terdiri dari Lion Air 7.339 penerbangan atau 14.676.800 kursi, Wings Air 5.675 penerbangan atau 408.600 kursi, dan Batik Air 4.303 penerbangan atau 722.904 kursi.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan kota tujuan utama yang menjadi konsentrasi dalam musim ramai tersebut, di antaranya Jakarta (Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta), Jakarta (Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma), Medan (Bandar Udara Internasional Kualanamu), Batam (Bandar Udara Internasional Hang Nadim), Padang (Bandar Udara Internasional Minangkabau), Yogyakarta (Bandar Udara Internasional Adisutjipto), Semarang (Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani), Surabaya (Bandar Udara Internasional Juanda), Denpasar (Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai), dan Mataram (Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid).

Momentum Hari Sosial, Lion Air Group Terbangkan Tamu Berkebutuhan Khusus

"Lion Air Group mengucapkan rasa terima kasih kepada penumpang atau tamu (travelers) yang telah setia memilih penerbangan bersama Lion Air, Wings Air dan Batik Air," jelasnya dalam rilis yang diterima Tribunjogja.com.

Danang menambahkan, Lion Air Group mengoptimalkan pesawat melalui mekanisme rotasi (pergerakan pesawat) disesuaikan jarak pada rute, infrastruktur bandar udara, tingkat keterisian penumpang (load factor) dan lainnya.

Lion Air Group menggunakan sistem terstruktur dan berkesinambungan antara perawatan pesawat (maintenance), tim operasional serta keputusan yang cepat (quick action) guna menentukan rotasi baru apabila ada hambatan yang terjadi di lapangan (irregularities) guna meminimalisir dampak keterlambatan penerbangan.

 "Lion Air Group menghimbau kepada seluruh calon penumpang atau tamu agar merencanakan waktu bepergian lebih awal guna mendapatkan pengalaman terbaik. Jika akan membawa bagasi saat bepergian maka bisa membeli bagasi. Sebaliknya, bila berangkat tanpa bagasi, maka tidak perlu membayar bagasi. Dengan demikian memberikan nilai lebih ekonomis serta terjangkau dengan pilihan kapasitas bagasi yang disesuaikan kebutuhan," urainya.

Kamu Wajib Coba! Tiga Tips Super Gampang Membuat Lipstick Tahan Lama

Bagi yang akan membawa bagasi bisa melakukan pembelian voucher bagasi (pre-paid baggage) melalui agen perjalanan (agent travel), www.lionair.co.id dan kantor penjualan tiket Lion Air Group.

Pembelian bagasi harga lebih hemat dapat dilakukan pada saat dan setelah pembayaran tiket (issued ticket), ketentuan batas waktu maksimum enam jam sebelum keberangkatan.

"Setiap penumpang kecuali bayi, diperbolehkan membawa satu bagasi kabin dengan maksimum berat 7 kg dan satu barang pribadi seperti tas laptop/ perlengkapan bayi/ bahan membaca/ kamera/ tas jinjing wanita ke dalam kabin, yang mengikuti aturan berlaku sesuai maksimum ukuran dimensi bagasi kabin," ucapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved