Yogyakarta

Kelanjutan Tol Yogya-Solo, Sri Sultan Masih Menunggu Surat dari Kementerian PUPR

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku belum mendapat surat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait hal ini.

Kelanjutan Tol Yogya-Solo, Sri Sultan Masih Menunggu Surat dari Kementerian PUPR
Tribunjogja.com | Santi Ari
caption: Trase Tol Yogyakarta-Solo di wilayah Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wacana perubahan desain jalan tol Yogyakarta-Solo urung menemui kejelasan.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku belum mendapat surat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait hal ini.

Sekadar informasi, ruas tol di simpang empat Monjali sedianya bakal dibuat elevated, atau melayang seperti sebagian besar jalur lain.

Namun, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengusulkan, supaya dibuat at grade (jalan darat), karena termasuk sumbu imajiner.

"Tapi, belum resmi ya, (pemerintah pusat) belum kirim surat lagi ke kami," katanya, saat dijumpai di sela event 'Kepyakan Budaya' yang berlangsung di Grand Inna Malioboro, Yogyakarta, Selasa (10/1/2020) sore.

Jalan Tol Solo-Yogyakarta-Bawen Dimulai 2021, Rencana Pembangunan Harus Selesai 2020

Menurut Sri Sultan, Seandainya sudah ada kepastian pembangunan, Kementerian PUPR akan menganjukan Izin Penetapan Lokasi (IPL).

Bukan tanpa sebab, hal tersebut harus dilakukan pemerintah pusat, untuk merealisasikan proyek infrastruktur tersebut.

"Nanti kalau program itu sudah pasti, dari Departemen (Kementerian PUPR) tentu mengirimkan surat kepada Gubernur, untuk mendapat izin lokasi," ucapnya.

Ngarso Dalem mengatakan, penerbitan IPL merupakan syarat mutlak bagi investor, untuk melakukan langkah pembebasan lahan yang dipegang warga terdampak pembangunan.

Saat ini, prosesnya baru memasuki tahap sosialisasi, atau konsultasi publik.

"Dengan izin lokasi itu disepakati, maka dimungkinkan investor untuk membebaskan tanah. Selama itu (IPL) belum ada, ya tidak bisa," terangnya.

Redesain Jalan Tol Yogyakarta-Solo di Kawasan Monjali untuk Jaga Sumbu Imajiner

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji pun berujar, sementara pihaknya masih berpegang pada pembangunan at grade, atau seperti jalan darat, sekaligus menghilangkan persimpangan di kawasan Jalan Monjali tersebut, layaknya usulan awal.

"Prinsipnya pusat mengikuti, nanti di situ dibutuhkan bagaimana orang (arus lalu lintas) dari utara bisa ke selatan dan dari selatan ke utara, karena tidak mungkin tol ada perempatan," ujarnya.

"Jadi, di sisi barat ada putaran di bawah tol, sebelum turun di sisi timur juga ada putaran. Nanti, arus dari selatan yang ke utara belok ke barat lalu berputar. Kalau yang dari utara, ke selatan belok ke timur kemudian putar balik," imbuh Aji. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved