Yogyakarta

JCW Minta KPU Daerah Jaga Independensi

Jogja Corruption Watch (JCW) menyoroti kasus tertangkapnya seorang komisioner KPU RI oleh KPK beberapa waktu lalu.

TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Koordinator JCW, Baharuddin Kamba saat melakukan aksi bersih-bersih di halaman kantor KPU DIY, Jumat (10/1/2020). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap tertangkapnya salah seorang komisioner KPU RI. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jogja Corruption Watch (JCW) menyoroti kasus tertangkapnya seorang komisioner KPU RI oleh KPK beberapa waktu lalu.

Kasus itu dinilai telah mencoreng demokrasi dan dianggap dapat memperburuk kepercayaan masyakarat terhadap independensi lembaga penyelenggara pemilu.

Koordinator JCW, Baharuddin Kamba mengatakan, pihaknya ikut prihatin atas terkuaknya kasus suap tersebut. Maka itu sebagai bentuk kritik pihaknya melakukan aksi bersih-bersih di halaman KPU DIY pada Jumat (10/1/2020).

Aksi bersih-bersih tersebut dilakukan tepat di muka kantor KPU DIY.

BREAKING NEWS : KPK Tangkap Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam OTT Rabu Siang

Dengan bermodal sapu dan uang imitasi, Kamba memulai aksi secara simbolis dengan menyapu sekumpulan uang imitasi yang berhamburan.

Sesaat setelah itu, ia kemudian menyerahkan sapu dan juga uang imitasi itu kepada perwakilan KPU DIY yang diterima oleh Sigit Purwadi, Kabag Hukum, Teknis dan Humas KPU DIY.

Kamba menyatakan, dengan mencuatnya kasus suap itu maka independensi KPU sebagai penyelenggara pemilu yang profesional perlu diragukan sehingga pihaknya maupun masyarakat berharap KPU DIY bisa bercermin lewat kasus itu.

"Apalagi DIY akan ada Pilkada serentak September nanti, tentu harapan masyarakat ingin agar KPU tetap fokus dan profesional menjalankan tugasnya," imbuh Kamba.

Kamu Wajib Coba! Tiga Tips Super Gampang Membuat Lipstick Tahan Lama

Ia melanjutkan, dengan terungkapnya kasus suap itu tentu menjadi pertanyaan bagi masyarakat sejauh mana independensi KPU.

Selain itu, masyarakat juga dinilai semakin ragu terhadap profesionalisme KPU dalam menjalankan penyelenggaran Pemilu yang demokratis.

Sementara Sigit Purwadi enggan berkomentar lebih jauh soal kasus yang menimpa salah seorang komisioner KPU RI.

Ia merasa tidak berhak berkomentar dan hanya menerima secara simbolis sapu dan juga uang imitasi dari JCW. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved