Gunungkidul

Tanah Ambles Ancam 21 KK di Panggang, Gunungkidul

Warga sudah berusaha menutup amblesan tanah tersebut namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil.

Tanah Ambles Ancam 21 KK di Panggang, Gunungkidul
Dok BPBD Gunungkidul
Tanah ambles kembali terjadi di Dusun Panggang I, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul tanah ambles tersebut mengancam sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK). 

Laporan Reporter Tribunjogja Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,GUNUNGKIDUL - Tanah ambles kembali terjadi di Dusun Panggang I, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang, Gunungkidul tanah ambles tersebut mengancam sebanyak 21 Kepala Keluarga (KK).

Menurut Kepala Dusun Panggang I, Ika Rachmani mengatakan, tanah ambles tersebut sudah terjadi sejak bulan lalu.

Warga sudah berusaha menutup amblesan tanah tersebut namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil.

"Setiap ditutup muncul lagi lubang di sebelahnya, dari mana-mana belum ada solusinya," katanya, Kamis (9/12/2020).

Jalan Berlubang di Stasiun Tugu Sudah Diperbaiki

"Kalau di sekitar tanah ambles ada sekitar 16 KK lalu di bawahnya itu ada 5 KK. Jadi tanah tergerus dari dalam tanahnya lalu keluar dari bawah lalu ambles," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan terkait fenomena tanah ambles namun untuk tanah ambles yang terjadi di Panggang memerlukan koordinasi beberapa pihak untuk menanganinya.

"Kalau dirasa membahayakan warga diimbau untuk segera mengungsi karena masih ada potensi tanah ambles," ucapnya.

Waspada Tanah Bergerak di Sleman

Edy menuturkan masyarakat bisa saja dilakukan relokasi, surat dari desa nantinya diajukan ke bupati namun dengan catatan warga mau direlokasi.

Ia menambahkan saat ini pihaknya telah melakukan rapat lintas sektoral bersama sekda untuk menjelaskan karakteristik kawasan karst yang memiliki ponor atau lubang-lubang kecil.

"Ponor atau lubang lubang alami jalur air permukaan masuk ke lorong bawah tanah. Selain itu, dilokasi juga akan dipasang papan peringatan ataupun garis pengaman," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved