Yogyakarta

Sambil Menangis, Gabriella Sampaikan Rindu pada Anak dan Keluarga

Terdakwa kasus gratifikasi Rehabilitasi Saluran Air Hujan (SAH), SupomoCs, Gabriella Yuan Anna Kusuma memberikan pembelaan secara madiri di dalam pers

Sambil Menangis, Gabriella Sampaikan Rindu pada Anak dan Keluarga
TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri
PLEDOI. Terdaksa kasus dugaan suap lelang proyek Saluran Air Hujan, Gabriella Yuan Anna Kusuma mengikuti persidangan dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan terdakwa atas tuntutan jaksa di pengadilan Tindak Pidana KOrupsi (Tipikor) Kota Yogyakarta, Kamis (9/1/2020). Gabriella Yuan Anna Kusuma menjadi satu dari tiga orang terdakwa hasil operasi tangkap tangan KPK yang telah dituntut oleh jaksa pada persidangan sebelumnya berupa pidana 2 tahun dan denda Rp 150 juta. 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terdakwa kasus gratifikasi Rehabilitasi Saluran Air Hujan (SAH), SupomoCs, Gabriella Yuan Anna Kusuma memberikan pembelaan secara madiri di dalam persidangan.

Gabriella merupakan pemenang lelang Rehabilitasi Saluran Air Hujan (SAH) Supomo Cs dengan pagu sekitar Rp10Miliar, yang tersandung kasus gratifikasi, dan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK bersama Jaksa Kejari Yogyakarta, Eka Safitra dan Jaksa Kejari Surakarta, Satriawan Sulaksono beberapa waktu lalu.

Dalam kasus tersebut, Gabriella memberikan uang kepada Eka Safitra dengan total Rp221.740.000 sebagai commitment fee, atas terpilihnya perusahaan Gabriella yaitu PT. Widoro Kandang.

Berikan Pembelaan, Penasehat Hukum Gabriella Sebut Kliennya Murni Menang Lelang

Kepada majelis hakim yang diketuai oleh Suryo Hendratmoko, Gabriella menyampaikan bahwa ia merasa dimanfaatkan oleh Eka Safitra.

Sebagai pemimpin perusahaan, Gabriella bertanggungjawab atas operasional perusahaannya.

Mengikuti lelang Rehabilitasi SAH Supomo Cs pun merupakan nalurinya sebagai pemimpin perusahaan untuk menjaga terus berputarnya roda perekonomian.

"Sudah naluri saya untuk menjalankan peruusaha untuk menjaga kesejahteraan para karyawan dan keluarga saya. Saya punya tanggungjawab dan beban besar sebagai pemimpin perusahaan tempat puluhan karyawan menggantungkan hidup, dan juga tulang punggung keluarga,"katanya dalam sidang di Pengadilan Tipikor dan Hubungan Industrial, Kamis (09/01/2020).

"Karena kebetulan saya membutuhkan pekerjaan, saat proyek sedang sepi. Saya jadi tertarik untuk ikut lelang. Pada saat itu pemikiran saya sangat simpel, mereka akan membantu saya mendapatkan pekerjaan. Jaksa tersebut dapat membantu saya yang masih awam di wilayah kerja Yogyakarta. Apalagi bisanya saya bekerjasama dengan swasta, bukan pemerintah," sambungnya.

JCW Bakal Kawal Persidangan Kasus Rehabilitasi SAH Supomo Hingga Vonis

Tak jauh berbeda dengan pembelaan penasihat hukum, Gabriella juga menyamapikan bahwa kemenangannya dalam lelang murni.

Halaman
123
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved