MotoGP
MotoGP 2020: Hasil Tes Doping Sample Kedua Andrea Iannone Kembali Positif, Bagaimana Nasibnya?
Pada tes anti-doping pertama, Andrea Iannone dinyatakan positif. Kemudian, dia mengajukan tes kedua dan hasilnya kembali positif.
Penulis: Fatimah Artayu Fitrazana | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Dalam pengumumannya, FIM menyebutkan bahwa pebalap Andrea Iannone diskors karena urinnya positif saat menjalani tes anti-doping setelah seri Sepang musim 2019.
Pebalap Aprillia ini kemudian mengajukan samel kedua (sampel B), dan hasilnya juga positif.
Media Italia, La Gazzetta dello Sport melaporkan dalam analisis sampel B ditemukan zat terlarang yaitu Exogenous Anabolic Androgenic Steroid, yang disebut drostanolone dalam jumlah kecil.
Menurut pengacara Iannone, Antonio De Rensis zat tersebut mungkin saja tanpa disadari dikonsumsi melalui daging.
Mengingat jumlahnya yang kecil, hal ini mungkin saja terjadi kata sang pengacara.
Drostanolone umumnya dikonsumsi sebagai obat untuk membentuk tubuh (binaraga), dan berguna untuk menjaga bentuk tubuh pebalap agar ramping.
"Analisis tandingan ini harus membuktikan adanya metabolit yang setara dengan 1.150 nanogram per milimeter, jumlah yang kecil, mengingat dia (Andrea Iannone) telah berada di Asia selama lebih dari sebulan dan tes dilakukan segera setelah GP, yang relatif untuk sampel urin sangat padat, setara denga 1.024 karena dehidrasi yang kuat setelah balapan," kata sang pengacara, dikutip Tribunjogja.com dari laman Crash.net, Kamis (9/1/2020).
Ada waktu 45 hari sebelum vonis nasib Andrea Iannone di MotoGP setelah sampel keduanya ini terbukti positif.
Dengan begitu, ada kemungkinan Andrea Iannone akan melewaktakn dua tes pra-musim di Sepang bulan Februari dan berharap ada keringanan hukuman agar bisa balapan di seri pertama, Qatar pada 6-8 Maret 2020.
Pebalap tes Aprilia, Bradley Smith disebut-sebut sebagai pengganti Iannone, jika ia terpaksa melewatkan balapan.
Andrea Iannone diskors
Sampel yang dikumpulkan pebalap Aprilia MotoGP, Andrea Iannone di seri Malaysia lalu menujukkan jika hasilnya positif mengandung doping.
Andrea kemudian dijatuhi skors untuk tidak bisa beraktivitas di dunia kompetisi motor apapun terkait dengan hasil tes tersebut.
Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) menyebutkan jika Andrea Iannone berhak untuk mengajukan banding dan meminta analisa sampel kedua.
Dikutip Tribunjogja.com dari laman Crash.net, Senin (23/12/2019), nasib Andrea Iannone di MotoGP akan lebih jelas setelah 7 Januari.
Pasalnya, media La Gazzetta dello Sport melaporkan bahwa pada tanggal tersebut hasil dari sampel B yang diajukan akan diketahui.
Media tersebut juga mengatakan jika zat yang ditemukan dari urin Iannone di sampel A diduga adalah drostanolone.
Zat ini labeli sebagai obat untuk membentuk tubuh dan 'kontraproduktif' di MotoGP, yang mana pengendara harus tetap menjaga tubuh untuk seramping mungkin dan membatasi berat badan.
Namun, ada juga spekulasi yang mengatakan bahwa Iannone menggunakan obat karena cedera bahu yang membuatnya absen di seri Misano, pada bulan September lalu.
Tes pra-musim MotoGP 2020 di Sepang, Malaysia pada bulan Februari mendatang belum dapat dipastikan apakan Andrea Iannone bisa ikut berpartisipasi atau tidak.
Kondisi itu baru bisa dipastikan setelah hasil sample B telah diumumkan.
Penyataan resmi FIM terkait diskorsnya Iannone
Berikut ini kutipan dari pernyataan resmi FIM yang dikutip Tribunjogja.com dari laman Autosport.com:
"Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) telah menyampaikan pada pebalap Grand Prix Italia Andrea Iannone bahwa ia untuk sementara ditangguhkan (diskors) berdasarkan Pasal 7.9.1 dari Kode Anti-Doping (CAD) FIM 2019. Andrea Iannone memiliki hak untuk meminta dan menghadiri analisis sampel B."
Kemudian, lebih lanjut dijelaskan:
"Andrea Iannone untuk sementara ditangguhkan mulai 17 Desember 2019. Karena itu, ia dilarang berpartisipasi dalam kompetisi atau kegiatan bersepeda motor apa pun hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Berdasarkan Pasal 7.9.3.2 CAD, Andrea Iannone dapat meminta pencabutan penangguhan sementara.
Di bawah Kode Anti-Doping Dunia dan Kode Anti-Doping FIM, FIM tidak dapat memberikan informasi tambahan saat ini."
Iannone lalu menanggapi kabar ini melalui Instagram miliknya.
Dia mengatakan, "Aku sepenuhnya tenang dan aku ingin meyakinkan para penggemarku dan Aprilia Racing. Aku terbuka untuk segala macam analisis berlawanan untuk masalah yang mengejutkanku, juga karena saat ini, aku tidak mendapat komunikasi resmi apapun. Selama bertahun-tahun, dan juga di musim ini, aku telah melalui tes berkelanjutan, yang tentu saja selalu negatif, itulah mengapa aku selalu percaya diri dengan kesimpulan positif dari masalah ini."
Jadwal MotoGP 2020 dapat disimak via tautan artikel berikut ini:
• Jadwal MotoGP 2020, Persiapan Duet Alex dan Marc Marquez, Valentino Rossi Berharap Raih Podium
( Tribunjogja.com | Fatimah Artayu Fitrazana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/andrea-iannone-positif-doping-motogp-2020.jpg)