Bisnis

Inflasi Kota Yogyakarta Sentuh 0,46 Persen pada Desember 2019

Komoditas yang memiliki andil mendorong inflasi yakni bawang merah yang alami kenaikan harga 24,20 persen dengan memberikan andil 0,10 persen.

Inflasi Kota Yogyakarta Sentuh 0,46 Persen pada Desember 2019
centralfutures.com
Ilustrasi Inflasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Yogyakarta naik 134,84 pada November 2019 menjadi 135,46 pada Desember 2019.

Hal ini menjadikan inflasi di Kota Yogyakarta sebesar 0,46 persen pada Desember 2019.

Data tersebut berdasar Berita Resmi Statistik (BRS) BPS DIY.

Dalam BRS tersebut dipaparkan, inflasi 0,46 persen disebabkan naiknya indeks harga konsumen kelompok bahan makanan sebesar 1,10 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,39 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik 0,11 persen; kelompok kesehatan naik 0,47 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,78 persen.

BI Bersama TPID DIY Terus Jaga Angka Inflasi Agar Tidak Naik

Sementara kelompok sandang turun sebesar 0,18 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga turun 0,02 persen.

"Beberapa komoditas mengalami kenaikan harga pada Bulan Desember 2019 sehingga memberikan andil mendorong terjadinya inflasi," kata Kepala BPS DIY, Heru Margono.

Komoditas mengalami kenaikan harga dan memberikan andil mendorong inflasi nomor satu yakni bawang merah yang naik 24,20 persen dengan memberikan andil 0,10 persen.

Disusul telur ayam ras naik 13,22 persen dengan memberikan andil sebesar 0,08 persen.

Kamu Wajib Coba! Tiga Tips Super Gampang Membuat Lipstick Tahan Lama

Kemudian angkutan udara naik 4,89 persen dengan memberikan andil sebesar 0,07 persen.

Juga tarip kereta api naik 12,50 persen dengan memberikan andil sebesar 0,05 persen.

Disusul beras naik 0,70 persen dengan memberikan andil sebesar 0,03 persen.

Sementara, komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi yakni daging ayam ras turun 2,22 persen dengan memberikan andil sebesar -0,02 persen.

Kemudian cabai merah, cabai rawit, salak, emas perhiasan, apel, tempe dan bayam turun masing-masing sebesar 6,28 persen, 5,71 persen, 11,03 persen, 0,99 persen, 2,63 persen, 1,57 persen dan 3,25 persen dan masing-masing memberikan andil sebesar -0,01 persen. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved