Sleman

Bank Sleman Berbadan Hukum Perseroan Terbatas

Bupati Sleman, Sri Purnomo menilai dengan adanya perubahan badan hukum, PT BPR Bank Sleman dapat semakin berperan dalam upaya Pemerintah daerah untuk

Bank Sleman Berbadan Hukum Perseroan Terbatas
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Presiden Direktur Bank Sleman Muhammad Sigit 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Bank Sleman meluncurkan perubahan bentuk badan hukum dari Perusahan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD BPR) Bank Sleman, menjadi Perseroan Terbatas (PT) BPR Bank Sleman (PERSERODA), Kamis (9/1/2020).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan peluang bisnis perusahaan.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menilai dengan adanya perubahan badan hukum, PT BPR Bank Sleman dapat semakin berperan dalam upaya Pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian.

Selain itu semakin dirasakan kontribusinya untuk menopang dan memacu dinamika perekonomian daerah dan pada gilirannya dapat memberi peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di Kabupaten Sleman.

Jadi Perseroda, Bank Sleman Fokus Kembangkan Layanan Berbasis Teknologi

"Sata berharap dengan perubahan ini PT. BPR Bank Sleman semakin memperkuat permodalannya, menambah jangkauan pemasaran yang lebih luas lagi, dan juga meningkatkan literasi keuangannya," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT BPR Bank Sleman, Muhammad Sigit, menilai perubahan badan hukum tersebut menjadi kesempatan untuk menjadikan Bank Sleman menangkap peluang bisnis yang akan memberikan dampak pendapatan perusahaan menjadi berlipat.

"Langkah ini dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan karena bisa menaikkan value firm dalam membuka peluang ekspansi, yang secara bisnis akan membuka peluang lebih besar," paparnya.

Resmi, Bank Sleman Berubah dari Perusahaan Daerah Jadi PT

Dengan berubah menjadi PT BPR Bank Sleman (PERSERODA), kapasitas internal dan semangat serta suasana perusahaan menjadi baru dan visi perusahaan menjadi lebih besar.

Adapun dari catatan laporannya, perkembangan kinerja Bank Sleman pada tahun 2019 yaitu total aset sebesar Rp 843,3 miliar, Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 553,7 miliar, OSC sebesar Rp 618,7 miliar, dan laba sebesar Rp 27,6 miliar.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Santo Ari
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved