Penegasan Presiden Jokowi soal Kedaulatan Indonesia atas ZEE di Kepulauan Natuna

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berikan sikap tegas terkait kedaulatan NKRI di wilayah ZEE Kepualaun Natuna

Penegasan Presiden Jokowi soal Kedaulatan Indonesia atas ZEE di Kepulauan Natuna
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI via kompas.com
Presiden Joko Widodo 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berikan sikap tegas terkait kedaulatan NKRI di wilayah ZEE Kepualaun Natuna

Presiden Joko Widodo meninjau kawasan perairan Natuna dari atas KRI Imam Bonjol, Kamis (23/6/2016).
Presiden Joko Widodo meninjau kawasan perairan Natuna dari atas KRI Imam Bonjol, Kamis (23/6/2016). (PRESIDENTIAL PALACE/Agus Suparto)

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Joko Widodo meninjau kapal perang KRI Usman Harun 359 dan KRI Karel Satsuit Tubun 356 di Pangkalan Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Rabu (8/1/2020).

Jokowi ingin memastikan adanya penegakan hukum dan hak berdaulat Indonesia atas sumber daya alam di Zona Ekonomi Eksklusif ( ZEE) perairan Natuna.

"Saya ke sini juga ingin memastikan penegakan hukum atas hak berdaulat kita, hak berdaulat negara kita Indonesia atas kekayaan sumber daya alam laut kita di zona ekonomi eksklusif," kata Jokowi, seperti dikutip dari siaran pers resmi Istana Kepresidenan.

Presiden Jokowi tiba di Pangkalan Angkatan Laut Terpadu Selat Lampa sekitar pukul 11.47 WIB.

Dia langsung menyapa awak kapal.

Ini Alasan Presiden Jokowi Kunjungi Natuna, Ingin Tunjukan ke Dunia Kedaulatan RI Tak Boleh Ditawar

Setelah Kirimkan Kapal Perang dan Jet Tempur, Presiden Jokowi Hari Ini Kunjungi Kepulauan Natuna

Tak berselang lama, Jokowi menaiki Kapal Republik Indonesia (KRI) Usman Harun yang tengah bersandar di dermaga.

Dari atas KRI Usman Harun, sekitar 10 menit Presiden Jokowi meninjau situasi di perairan Natuna bersama sejumlah jajaran yang mendampinginya.

Hadir antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Kapal Pengawal Nelayan China
Kapal Pengawal Nelayan China (REUTERS/BBC Indonesia)

Terkait dengan insiden masuknya kapal China ke perairan Natuna yang banyak diberitakan belakangan ini, Kepala Negara menjelaskan bahwa tidak ada kapal yang memasuki teritorial Indonesia.

Halaman
12
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved