Bisnis

Tas Etnik Buatan Mahminah Diminati Pasar Perancis dan Belanda

Seperti kerajinan tas tangan yang dikerjakan oleh Mahminah. Ia membuat kerajinan tas kain dikombinasikan dengan enceng gondok. Wanita berusia 56 tahun

Tas Etnik Buatan Mahminah Diminati Pasar Perancis dan Belanda
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Mahminah membuat tas etnik untuk diekspor ke Perancis dan Belanda, Senin (6/1/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Berbicara kerajinan tangan, DIY seolah tak kehabisan stok. Terlebih stok untuk pasar ekspor yang seolah tak pernah sepi.

Seperti kerajinan tas tangan yang dikerjakan oleh Mahminah. Ia membuat kerajinan tas kain dikombinasikan dengan enceng gondok.

Wanita berusia 56 tahun ini menggarap tas berdasar pesanan buyer dari Perancis dan Belanda.

"Saya sudah dari tahun 2014. Orderan utamanya selalu dari Perancis dan Belanda itu," ungkapnya saat ditemui Tribun Jogja, Senin (6/1/2020) di rumahnya yang terletak di Kelurahan Palbapang, Kecamatan Bantul.

Istiyati Garap Pesanan dari Eropa Hingga Amerika

Pesanan yang datang padanya pun selalu dalam jumlah besar yakni 1.500-2.000 tas.

Mahminah tak mengerjakannya sendiri, ia mengajak ibu-ibu di sekitar lingkungan tempat tinggalnya untuk turut mengerjakan tas tersebut.

"Kalau saya kerjakan sendiri kewalahan. Jadi saya ajak ibu-ibu yang lain. Lumayan untuk tambah penghasilan," katanya. "Ada sekitar tujuh orang tetangga desa yang bantu," imbuhnya.

Per buahnya, tas bikinannya dihargai pada pemesan kisaran Rp36.000 hingga Rp48.000 tergantung besar kecil ukuran.

"Kalau pembuatan tasnya, satu orang mendapat Rp3.500 sampai Rp5.000 tergantung besar kecilnya juga," urainya.

Jika sedang ramai pesanan, pemasukan yang ia dapat bisa mencapai Rp60 juta. "Kalau pesanannya banyak ya lumayan. Tapi kalau sekarang sedang sedikit, nggak tau kenapa, mungkin karena ekonominya sedang turun," ungkapnya.

Gerakan Menanam 9.000 Pohon Bersama Vita Ervina Digelar di Wonosobo

Belum lama, ia tengah menawarkan produknya ke pasar Amerika. Mahminah membuat satu tas contoh untuk diperlihatkan ke calon pemesan di Amerika.

"Kemarin saya bikin sampel untuk calon buyer di Amerika. Tapi belum tahu apakah cocok sesuai yang diinginkan atau tidak," jelasnya.

Mahminah menambahkan, ia juga menemui tantangan untuk mengerjakan pesanan dari Eropa ini. Ia harus benar-benar rapi mengerjakan tas-tas tersebut.

"Harus menjaga supaya rapi, dan selesainya juga harus tepat waktu. Jadi sejauh ini selalu cocok," ungkapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved