Jawa

Hari Ketujuh, Pencarian Korban Terseret Ombak di Purworejo Dihentikan

Sampai hari ketujuh, upaya pencarian terhadap korban terseret ombak di Pantai Jetis, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tak jua membuahkan hasil.

Hari Ketujuh, Pencarian Korban Terseret Ombak di Purworejo Dihentikan
Istimewa
Sampai hari ketujuh, upaya pencarian terhadap korban terseret ombak di Pantai Jetis, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tak jua membuahkan hasil. 

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Sigit Widya

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Sampai hari ketujuh, upaya pencarian terhadap korban terseret ombak di Pantai Jetis, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tak jua membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan belum menemukan korban atas nama Taufik Nur Hidayat (19), warga Butuh, Kabupaten Purworejo, yang terseret ombak pada 31 Desember 2019 lalu saat bermain di Pantai Jetis.

Koordinator Unit Siaga Congot, Sunardi, mengatakan, pada Senin (6/1/2020) tim SAR gabungan dibagi menjadi empat unit atau SRU. SRU 1 dan SRU 2 melakukan pencarian ke arah barat sejauh satu kilometer (km) dari lokasi kejadian.

Tim SAR Gabungan Masih Cari Korban Terseret Ombak di Purworejo

"SRU 3 dan SRU 4 melakukan pencarian ke arah timur dari lokasi kejadian sampai ke muara Pantai Glagah," jelasnya, Senin petang.

Sunardi menjelaskan, tim melakukan pencarian ke arah timur karena sejak hari pertama sampai hari ketujuh, arus laut condong ke timur.

"Pencarian dilakukan dengan penyisiran sepanjang pantai dari lokasi kejadian. Ombak cukup tinggi sehingga pencarian tidak menurunkan tim ke laut," tambahnya.

Senin sore, pukul 17.00, operasi tim SAR gabungan pun ditutup. Hal itu sesuai SOP Basarnas, merujuk UU No 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.

BREAKING NEWS : Dihantam Ombak, Perahu Nelayan di Pantai Baru Terbalik, Dua Orang Selamat

Namun demikian, tidak menutup kemungkinan operasi SAR dibuka kembali jika pada hari berikutnya ada tanda-tanda mengenai korban.

"Personel Unit Siaga Congot akan terus melakukan pemantauan dan selalu berkoordinasi dengan Polsek Grabag, Koramil Grabag, Potensi SAR, perangkat desa, nelayan, dan masyarakat setempat," sambung Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Sigit Widya
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved