Kronologi, Situasi dan Keputusan Akhir Trump Memencet Kode Merah Pembunuhan Qassem Soleimani

Proses intinya terjadi ketika Trump tengah menghabiskan libur Natal dan tahun barunya di Mar A-Lago, Florida.

Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Rina Eviana
Live Sputniknews
Suasana pemakaman akbar almarhum Mayjen Qassem Soleimani, mantan Kepala Pasukan Quds Korps Garda Republik Iran di Kota Ahvas dan Mashhad, Iran, Minggu (5/1/2020) siang waktu setempat. 

Pilihannya, operasi bisa dilakukan saat Soleimani melakukan perjalanan ke Suriah atau Lebanon. Tapi informasi masuk pada hari itu, Qassem Soleimani dalam perjalanan menuju Baghdad.

Keputusan akhir langsung diambil tanpa melihat lagi pertimbangan lainnya. Qassem Soleimani harus dilenyapkan saat ia berada di bandara Baghdad.

Para pejabat kunci AS bidang intelijen, diplomatic, dan militer juga menghitung rencana darurat (contingency plan), jika Iran langsung membalas lewat kekuatan militer.

Suasana pemakaman akbar almarhum Mayjen Qassem Soleimani, mantan Kepala Pasukan Quds Korps Garda Republik Iran di Kota Ahvas dan Mashhad, Iran, Minggu (5/1/2020) siang waktu setempat.
Suasana pemakaman akbar almarhum Mayjen Qassem Soleimani, mantan Kepala Pasukan Quds Korps Garda Republik Iran di Kota Ahvas dan Mashhad, Iran, Minggu (5/1/2020) siang waktu setempat. (Live Sputniknews)

Kepada orang kepercayaannya, Trump menegaskan, ia ingin mengirim pesan
tegas kepada Iran, Amerika tidak ingin kehilangan asetnya sejengkalpun.

Ia juga merujuk kematian pemimpin ISIS, Abu bakr Al-Baghdadi tahun lalu, menunjukkan AS mampu menemukan semua musuhnya di manapun berada.

Akhirnya, operasi pembunuhan itu dituntaskan Kamis (2/1/2020) malam waktu Baghdad. Pesawat nirawak MQ-9 Reaper diterbangkan dari Pangkalan
AS di Doha, Qatar.

Pangkalan ini merupakan komando pusat semua operasi militer di Timur Tengah. Drone itu terbang berjam-jam membawa rudal Hellfire RX9 Ninja yang sangat canggih dan kejam efeknya.

Ketika pesawat yang membawa Qassem Soleimani dari Beirut, Lebanon, mendarat di Bandara Internasional Baghdad, drone itu berputar-putar di
jarak tembak di atas bandara.

Ketika Qassem yang dijemput Deputi Komandan PMU Abdul Mahdi al-Muhandis dan sejumlah tokoh penting PMU berada di kendaraan, rudal Ninja menghantam mereka.

Ledakan beruntun menghancurkan tiga kendaraan berikut isinya, namun
tidak menimbulkan kerusakan hebat di komplek bandara.

Rudal Hellfire Ninja itu mencabik dan memotong-motong kendaraan dan tubuh manusia penumpangnya, dan meminimalisir “collateral damage” di sekitar target.

Jumat (3/1/2020) pagi WIB, kabar kematian Qassem Soleimani mengejutkan dunia. Kemarahan rakyat Iran menggelegak.

Sehari sesudah pembunuhan itu, Pentagon mengirimkan 3.000 prajurit Lintas Udara 82 ke Kuwait. Sebagian dikirim ke Beirut guna melindungi
Kedubes AS di Lebanon.

Prajurit tambahan itu dikirimkan dari Fort Bragg, North Carolina, dilengkapi semua peralatan tempur kelas utama.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved