Bisnis

ASITA DIY Berharap YIA Jadi Tourism Hub

ASITA DIY berharap bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dapat menjadi tourism hub. Hal tersebut melihat YIA yang dapat menjadi akses utama

ASITA DIY Berharap YIA Jadi Tourism Hub
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Sejumlah kendaraan tampak melintas di depan area pintu masuk kawasan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon, Kulon Progo, Selasa (3/12/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Association Of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) DIY berharap bandara Yogyakarta International Airport (YIA) dapat menjadi tourism hub. Hal tersebut melihat YIA yang dapat menjadi akses utama turis mancanegara.

Ketua ASITA DIY Udhi Sudiyanto mengatakan, untuk menuju arah tersebut memang masih butuh proses panjang. Sembari itu, dapat dilakukan pengembangan obyek-obyek wisata di DIY, utamanya yang berbasis budaya.

"Mungkin pertama direct flight kita sasar negara ASEAN. Kemudain berkembang ke Asia dan Australia. Nah, tujuan utama tentu Eropa, karena masyarakat Eropa suka akan budaya. Ini cocok dengan pengembangan wisata Yogyakarta," ujarnya belum lama ini.

Industri Perhotelan Dituntut Tingkatkan Kapasitas SDM dan Pelayanan

Penataan obyek wisata yang disesuaikan dengan selera pasar pun diperlukan.

"Memang semua mengandung konsekuensi di mana kita harus menata dengan baik obyek-obyek wisata yang ada di Jogja agar sesuai dengan harapan pasar," tuturnya.

"Pengembangan budaya untuk dimanfaatkan oleh pariwisata tentu sangat sesuai karena dengan demikian budaya bisa lestari," sambungnya.

Sementara itu, General Manager PT Angkasa Pura I Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengatakan, di 2020 ini ada 16 penerbangan internasional yang dipindahkan dari Adisutjipto ke YIA.

Harapannya dengan kapasitas YIA yang jauh lebih besar dapat memfasilitasi wisatawan mancanegara untuk mengeksplor Yogyakarta.

Asita DIY Dukung Transportasi Publik Antardestinasi Wisata

"Ada sejumlah 150 untuk penerbangan domestik, dan 16 penerbangan internasional dipindahkan ke YIA pada 29 Maret nanti. Harapannya dengan kapasitas yang lebih di YIA itu kan kalau kita bandingkan dengan Adisutjipto yang hanya 1,8 juta per tahun, sementara di YIA bisa 25 juta per tahun," tuturnya.

"Harapannya kita menyediakan kapasitas yang besar bagi turis mancanegara yang ingin mengeksplor Yogyakarta," sambungnya.

Dampak lainnya yakni kata Pandu, pertumbuhan ekonomi diharapkan juga naik. "Tidak hanya naik 7,2 persen tapi akan melebihi itu. Karena kapasitas yang lebih memungkinkan orang untuk berinvestasi di Yogyakarta. Harapannya pasti wisata di Yogyakarta akan lebih maju, akan lebih baik, dan menjadi destinasi utama di Indonesia," pungkasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved