Sport

Sidang Sengketa Sembilan Atlet Kota Yogya, Penggugat Akan Siapkan 25 Saksi

Sidang sengketa sembilan atlet Kota Yogyakarta yang dinyatakan gagal lolos verifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2019 lalu, kembali dilanjutkan

Sidang Sengketa Sembilan Atlet Kota Yogya, Penggugat Akan Siapkan 25 Saksi
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Kuasa hukum pihak penggugat, Bastari Ilyas, S.H., M.H saat memberikan pernyataan kepada awak media seusai sidang, Jumat (3/1/2020) 

TRIBUNJOGJA.COM - Sidang sengketa sembilan atlet Kota Yogyakarta yang dinyatakan gagal lolos verifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2019 lalu, kembali dilanjutkan di Pengadilan Negeri Yogyakarta, Jumat (3/1/2020).

Sidang yang dipimpin majelis hakim, Asep Permana, yakni kembali mengagendakan penerimaan alat bukti dari penggugat dan tergugat.

Kuasa hukum pihak penggugat, Bastari Ilyas, S.H., M.H mengatakan ada tambahan dua bukti surat yang diserahkan.

Dua bukti surat tersebut melengkapi 22 bukti yang pada agenda sidang sebelumnya telah diserahkan.

Sidang Sengketa Sembilan Atlet Kota Yogya, Penggugat dan Tergugat Serahkan Alat Bukti Tambahan

Lebih lanjut, Bastari mengatakan pihak penggugat telah menyiapkan sekira 25 saksi untuk membuktikan segala gugatan yang mereka layangkan pada sidang berikutnya yang akan digelar Kamis (9/1/2020) mendatang.

"Untuk persidangan selanjutnya, kami akan hadirkan sekitar 25 saksi untuk membuktikan gugatan kami. Untuk pekan depan, mungkin akan ada sekitar 2 sampai 3 saksi awal untuk memberikan keterangan," ujar Bastari ditemui seusai sidang.

Lebih lanjut, Bastari mengatakan saksi-saksi yang disiapkan yakni mulai dari pengurus KONI Kota Yogya, atlet dan juga pengurus KONI Pusat.

Menurutnya, ketiga latar belakang saksi ini nantinya akan memberikan keterangan dalam persidangan dengan fokus subyek berbeda.

KONI Kota Yogyakarta Serahkan Bonus bagi Atlet Berprestasi pada Porda 2019

"Mungkin besok kami akan hadirkan pengurus KONI dulu untuk memberikan keterangan mengenai posisi hukum atlet-atlet ini. Selanjutnya baru kami akan hadirkan atlet-atlet yang nantinya akan membuka fakta bahwa di Porda lalu, banyak atlet yang pindah daerah tanpa surat mutasi, tapi bisa bermain, mungkin karena tidak berpotensi mendapat medali emas. Itu kan tidak adil," jelasnya.

Mengenai saksi yang akan dihadirkan dari KONI pusat, Bastari menegaskan, fokus keterangan yang ingin digali dari mereka adalah posisi legalitas BAORDA dalam AD/ART KONI.

"Setahu kami dan berdasar hasil konsultasi KONI Kota Yogya ke KONI Pusat, tidak ada lembaga BAORI atau BAORDA itu di daerah. Baori itu hanya ada satu, di KONI Pusat," tegasnya.

Terpisah kuasa hukum KONI DIY selaku tergugat, DR. H. Achiel Suyanto S., S.H., M.H., MBA mempertanyakan motivasi dari para penggugat terkait terus dilanjutkannya gugatan perdata ini.

Pasalnya, menurut Achiel dalam gugatan yang diajukan para penggugat, mereka hanya berkeinginan untuk bisa diikutsertakan dalam Porda DIY kemarin, sedangkan pelaksanaan Porda DIY sudah selesai.

"Motivasi apa yang mereka inginkan sekarang ini. Kalau ingin main di Porda, kan Porda-nya sudah selesai dan dalam gugatan juga tidak ada tuntutan ganti ruginya juga. Jalan yang paling baik untuk menyelesaikan kasus ini ya melalui perdamaian, dibahas bersama kemudian mencabut gugatan. Itu akan lebih baik," kata Achiel.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved