Liga Indonesia

Dilirik Beberapa Klub, Raymond Tegaskan PSIM Jogja Tetap Jadi Prioritas

Bukan tanpa alasan, selapas berakhirnya Liga 2 2019 lalu, ia telah genap lima musim membela panji kebesaran Laskar Mataram.

Dilirik Beberapa Klub, Raymond Tegaskan PSIM Jogja Tetap Jadi Prioritas
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Gelandang PSIM Yogya, Raymond Tauntu, mencoba melewati pemain Kalteng Putra, Kamis (19/7/2018). 

TRIBUNJOGJA.COM - Menengok permainannya di atas lapangan hijau, rasanya tidak ada satupun yang berani meragukan totalitasnya pada PSIM Yogyakarta.

Bagaimana tidak, seakan tidak mengenal lelah, dirinya dengan lugas, memburu bola di setiap penjuru lapangan.

Raymond Ivantonius Tauntu. Ya, namanya sudah menjelma sebagai salah satu idola bagi para pecinta sepakbola di Yogyakarta.

Bukan tanpa alasan, selapas berakhirnya Liga 2 2019 lalu, ia telah genap lima musim membela panji kebesaran Laskar Mataram.

 • PSIM Jogja Berikan Tujuh Unit Segway ke Polresta Yogyakarta

Dengan performa konsisten yang terus ia tunjukkan, besar kemungkinan banyak klub Tanah Air yang tertarik menggunakan jasanya. 

Namun, pemuda kelahiran Makasar itu menegaskan kalau PSIM tetap menjadi prioritas utamanya.

Selain sudah betah di Yogyakarta, atmosfer kekeluargaan yang begitu kentara di skuat Laskar Mataram, membuatnya sulit untuk berpaling.

"Sudah ada beberapa tim yang menjalin komunikasi. Namun, PSIM akan selalu menjadi prioritas utama bagi saya. Selama manajemen dan tim pelatih masih membutuhkan tenaga saya, saya akan bertahan di sini," kata Raymond kepada Tribunjogja.com, Jumat (3/1/2020).

"Tapi, untuk musim depan saya juga belum tahu, karena memang belum ada pembicaraan apapun dengan manajemen PSIM," tambah Raymond.

Kas Hartadi Tertantang Tangani PSIM Jogja

Lebih lanjut, pesepak bola yang juga penghobi otomotif ini mengatakan ingin balas budi atas kebaikan serta dukungan suporter kepadanya, yakni dengan mempersembahkan prestasi untuk tim musim depan.

"Lima musim berseragam PSIM, sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan serta rasa cinta yang besar dari suporter untuk saya. Selain menebus kegagalan musim lalu, jika masih diberi kesempatan, saya ingin balas budi atas kebaikan serta dukungan suporter dengan memberikan prestasi untuk tim ini," kata Raymond.

"Harapan saya, tahun 2020 menjadi titik kebangkitan PSIM setelah sekian lama berkutat di kompetisi kasta kedua," tambahnya.

Lebih lanjut, Raymond menegaskan siap bekerja sama dengan siapapun pelatih yang menakhodai PSIM nantinya.

"Siapa pun pelatihnya nanti, saya siap bekerja sama dan bekerja keras demi memberi kontribusi maksimal untuk tim ini," tandasnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved