Kota Yogya

Sekitar 250 Ribu Mobil Padati Kota Yogya Selama Nataru

Mengacu data Dishub Kota Yogyakarta, dari tanggal 14 hingga 29 Desember, tercatat sekitar 250.000 mobil yang masuk Kota Yogyakarta.

Sekitar 250 Ribu Mobil Padati Kota Yogya Selama Nataru
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Kepadatan lalu lintas di Jalan Mataram, Yogyakarta, Kamis (02/01/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho mengatakan, Kota Yogyakarta cukup padat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Mengacu data Dishub Kota Yogyakarta, dari tanggal 14 hingga 29 Desember, tercatat sekitar 250.000 mobil yang masuk Kota Yogyakarta.

Sedangkan bus dan kendaraan besar sekitar 1.200an.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, ia menyebut tidak ada peningkatan signifikan.

Atasi Macet di Kota Yogyakarta dengan 5Ber

"Tidak jauh beda dengan tahun lalu, rata-rata memang segitu (jumlah kendaraan masuk Kota Yogyakarta)," katanya, Kamis (02/01/2020).

Padatnya kendaraan tersebut membuat Dishub Kota Yogyakarta menambah kantong parkir di halaman Amongrogo dan Gembira Loka.

Pihaknya juga menyiapkan bus Trans Jogja untuk mengangkut wisawatan dari dua tempat parkir tersebut.

"Awalnya kita siapkan 10,l alu ditambah jadi 14, dan terakhir ada 15 bus. Okupansi bus bisa mencapai 100 persen. Daripada bus dan kendaraan bingung tidak dapat parkiran dan malah kena macet, akhirnya parkir di tempat tambahan yang kita sediakan," ujarnya.

Ia mengungkapkan, uji coba parkir di Amongrogo dan Gembira Loka mendapat respon positif dari wisatawan dan juga sopir bus.

Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata

Hal itu karena memudahkan wisatawan untuk parkir kendaraan.

Terlebih lagi harga Trans Jogja yang murah, yaitu Rp 3.500 sekali jalan.

Masukan-masukan dari wisatawan dan juga sopir akan menjadi bahan evaluasi bagi Dishub Kota Yogyakarta untuk menentukan kebijakan ke depan.

Pihaknya juga masih harus membicarakan kepada semua pihak yang berwenang.

"Saat ini kami belum bisa mengatakan efektif atau tidak, tetapi respon wisawatan kemarin positif. Masukan-masukan ini jadi bahan evaluasi kami. Ke depan apakah seperti ini, tentu harus kita bicarakan dulu ke semua pihak," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved