Nasional

Jokowi Sebut Pembebasan Lahan Kereta Bandara YIA Tuntas

Pemerintah pusat memastikan bahwa infrastuktur aksesbilitas penunjang Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon, Kabupaten Kulon Progo akan teru

Jokowi Sebut Pembebasan Lahan Kereta Bandara YIA Tuntas
TRIBUNJOGJA.COM / Singgih Wahyu
Presiden Jokowi resmikan Bendung Kamijoro 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah pusat memastikan bahwa infrastuktur aksesbilitas penunjang Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Temon, Kabupaten Kulon Progo akan terus dilengkapi.

Termasuk juga sarana kereta api bandara.

Presiden Joko Widodo optimistis pembangunan bandara baru di Yogyakarta itu akan segera selesai dan tak perlu dikejar-kejar.

Apalagi, bandara itu sudah beroperasi sebagian dengan sejumlah pesawat sudah naik dan turun mengangkut penumpang.

Di sela itu, pemerintah juga berupaya menyiapkan aksesibilitas pendukungnya yakni kereta api khusus bandara.

Jokowi mengklaim pembebasan lahan untuk pembangunan jalur kereta khusus Bandara YIA itu sudah rampung sepenuhnya.

Tahapan selanjutnya tinggal mempersiapkan proses konstruksi.

Okupansi Kereta Bandara akan Berangsur Naik

"Pembebasan lahan untuk keretanya, Alhamdulillah, juga sudah 100 persen. Tinggal proses konstruksi," kata Jokowi seusai seremoni peresmian Bendung Kamijoro di Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kulon Progo, Selasa (31/12/2019).

Pemerintah pusat dalam hal ini berharap tahap konstruksi bisa dilaksanakan secepatnya. Namun begitu, Presiden mengaku tidak akan memberikan batas waktu tertentu.

"Saya kira mungkin pertengahan (tahun) Insyaallah sudah selesai semua,"kata Jokowi.

Di sisi lain, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga tengah menyelesaikan tahap finishing jalur jalan bawah tanah (underpass) di bawah kawasan Bandara YIA.

Dimungkinkan, terowongan yang jadi bagian dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) itu bisa dibuka aksesnya untuk umum mulai Januari 2020.

PT KAI Tambah Dua Kereta Bandara Sampai Kebumen

Menteri PUPR, Basuki Hadi Moeljono mengaktan masih perlu penambahan pada ornamen seni dan aspek keamanan di underpass yang disebutnya terpanjang di Indonesia itu.

Di antaranya penambahan pengeras suara untuk mengingatkan kehati-hatian pengendara dan imbauan batas kecepatan maksimum 60 kilometer per jam di dalam underpass sepanjang 1,1 kilometer (total 1,4 kilometer termasuk oprit di muka terowongan) itu.

"Ini kan terowongan terpanjang. Peresmian mungkin dibarengkan dengan peresmian Bandara YIA dan jalur rel kereta bandara. Tapi, untuk underpass bisa dibuka bagi umum tanpa harus menunggu peresmian,"kata Basuki.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Singgih Wahyu Nugraha
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved