Lifestyle

Ini Alasan Mengapa Ular sebaiknya Tidak Menjadi Konsumsi Manusia

Dia memberikan saran agar tidak terlalu sering menjadikan ular sebagai lauk pauk utama.

Ini Alasan Mengapa Ular sebaiknya Tidak Menjadi Konsumsi Manusia
Wikimedia via Tribun Jateng
Ilustrasi: King Kobra 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Meski dikenal sebagai satwa yang ditakuti,Dd beberapa tempat di Indonesia, ular sudah lumrah dijadikan santapan.

Mulai dari daging hingga darahnya juga dikonsumsi.

Ada yang dihidangkan sebagai obat, dan ada pula sebagai lauk pauk.

Fenomena ular untuk konsumsi mengundang perhatian Ketua yayasan Sioux Ular Indonesia, Aji Rachmat.

Cara Ampuh Mencegah Ular Masuk Rumah, Bukan dengan Menabur Garam Lho

Dia memberikan saran agar tidak terlalu sering menjadikan ular sebagai lauk pauk utama.

Pasalnya ular merupakan hewan pemakan hewan lain atau Karnivora.

Dia mengatakan, jenis hewan seperti ini memang tidak disarankan untuk dimakan manusia.

Sembilan Ular Kobra Masuk Rumah, Pawang Lakukan Sweeping

“Tidak ada rumusnya di kesehatan membolehkan makan hewan karnivora karena memicu bakteri yang tidak baik di tubuh untuk aktif. Dan kalau kita dari segi konservasi itu akan mengurangi populasi di alam karena tidak ada penangkaran ular,” kata Aji saat ditemui di Hutan Kota Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2019).

Dia berharap faktor kesehatan dan eksistensi ular di alam bisa jadi pertimbangan masyarakat agat tidak menyantap ular.

Sehingga keberadaan di alam liar tidak terancam.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ular Disarankan Tidak Jadi Lauk Pauk, Ini Alasannya"
Penulis : Walda Marison
Editor : Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved