Kriminalitas

Operasi Mandiri Kewilayahan Operasi Ilegal Minning Progo 2019, Polda DIY Ringkus 9 Tersangka

Selama kurun waktu satu tahun atau sepanjang 2019, Polda DIY telah mengungkap kasus ilegal minning dengan total tersangka adalah 25 orang.

Operasi Mandiri Kewilayahan Operasi Ilegal Minning Progo 2019, Polda DIY Ringkus 9 Tersangka
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Dir Reskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Tony Surya Putra saat memberikan keteangan pers terkait kasus ilegal minning di Polda DIY, Jumat (27/12/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Polda DIY telah melaksanakan Operasi Mandiri Kewilayahan Operasi Ilegal Minning Progo 2019.

Target operasi tersebut adalah kegiatan penambangan ilegal atau yang tidak dilengkapi dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pemanfaatan Ruang (IPR), dan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Hasilnya, Polda DIY menghimpun enam laporan polisi dan menetapkan sembilan tersangka dari Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Mereka adalah SWJ (49, Sleman), RH (60, Sleman), DRD (55, Sleman), SG (44, Sleman), AW (39, Kulonprogo), NK (37, Kulon Progo), DF (Kulonprogo), DP (37, Bantul), dan SL (46, Gunungkidul).

2 Pemuda Curi Aki Ekskavator Tambang di Kokap

Dir Reskrimsus Polda DIY Kombes Pol Tony Surya Putra menjelaskan adapun barang bukti yang mereka amankan meliputi tiga unit excavator, tujuh unit mesin sedot, tujuh unit truk dan satu pick up, empat unit senggrong (sekop tangan), satu ayakan, dan uang sebesar Rp 98juta.

"Terhadap para tersangka dikenakan sanksi penjara 10 tahun dan denda Rp 10 miliar. Cukup berat ancaman pidana dan dendanya. Tapi praktik pertambangan ilegal masih terjadi. Selain upaya penegakan hukum, masyarakat harus berperan aktif. Kalau ada investor atau pengusaha yang melakukan penambangan, masyarakat secara berjenjang ke perangkat desa tanyakan perizinan dan alatnya," ujarnya ketika gelar perkara di Polda DIY, Jumat (27/12/2019).

Meski kegiatan penambangan yang dilakukan telah mengantongi izin, Tony menambahkan bahwa tidak dibenarkan bila para penambang menggunakan alat sedot.

"Kalau disedot akan mengakibatkan abrasi di sekitar sungai. Bisa terjadi (abrasi) kalau disedot karena sedotnya di bawah. Kalau eskavator, dibenarkan kalau izin lengkap dan dari atas sehingga kecil kemungkinan longsor," ujarnya.

Tutorial Super Mudah Menghilangkan Kantong Mata

Tony mengatakan, selama kurun waktu satu tahun atau sepanjang 2019, pihaknya telah mengungkap kasus ilegal minning dengan total tersangka adalah 25 orang.

Mereka lantas diamankan dan disidik kasusnya.

Sementara untuk total laporan polisi yang ditangani gabungan operasi ilegal minning sebanyak 15 laporan selama 2019.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto mengaku sangat serius dalam menangani ilegal minning yang terjadi di DIY.

"Apabila ada masyarakat yang mengetahui atau mendengar informasi anggota Polri yang ikut bermain, silahkan dilaporkan ke Polda. Bisa lapor propam atau yaduan di inspektorat. Ini komitmen kami menindak tegas ilegal minning," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved